
Sejumlah petugas kebersihan membongkar pasar Barito, Jakarta. (Hanung Hambara/Jawa Pos)
JawaPos.com - Relokasi paksa pedagang Pasar Burung Barito oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta pada Senin (27/10) diwarnai ricuh. Bentrokan antara pedagang dan petugas Satpol PP tak terhindarkan, bahkan sejumlah hewan dagangan dilaporkan mati akibat stres dan kepanasan selama proses berlangsung.
Relokasi pedagang dilakukan sebagai bagian dari pembangunan Taman Bendera Pusaka di kawasan Taman Langsat, Jakarta Selatan.
Anggota DPRD DKI Jakarta dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) August Hamonangan mengecam keras tindakan Pemprov DKI yang dinilai menggunakan kekerasan dalam proses relokasi tersebut.
"Saya menyayangkan Pemprov DKI telah melakukan relokasi paksa terhadap para pedagang di Pasar Burung Barito. Apalagi, saya mendapatkan kabar bahwa terjadi kekerasan, alih-alih dilakukannya pendekatan persuasif dan humanis dalam proses relokasi tersebut," ujarnya, Selasa (28/10).
Menurut August, tindakan ini tidak hanya mencederai rasa kemanusiaan, tetapi juga menghapus salah satu ikon bersejarah di Jakarta Selatan. Ia menilai Pemprov DKI Jakarta seharusnya tidak memaksakan ambisi membangun taman tanpa mempertimbangkan nasib pedagang.
Ia menegaskan, Pasar Burung Barito semestinya bisa menjadi bagian dari konsep taman yang baru.
"Dalam rangka membangun Taman Bendera Pusaka yang dibangga-banggakan itu, Pemprov DKI sejatinya telah menghapus salah satu ikon terpenting Jaksel. Seharusnya, ini tidak terjadi dan Pasar Burung Barito, beserta pedagang-pedagangnya, bisa dijadikan bagian tak terpisahkan dari taman yang akan dibangun nantinya," terangnya.
August juga menyoroti sikap Pemprov DKI yang dinilai menutup pintu dialog dengan para pedagang.
"Dalam prosesnya selama ini, Pemprov DKI juga terbukti telah berkali-kali menolak untuk berbicara dengan akal sehat menemukan titik tengah dari permasalahannya dengan para pedagang," katanya.
Selain kericuhan, August mengungkap adanya laporan dari pedagang bahwa sejumlah burung dan hewan peliharaan mati saat proses relokasi. Kondisi panas dan stres membuat banyak hewan tidak bertahan hidup.
"Para pedagang kemudian mengeluhkan bahwa hewan-hewan yang mati itu ada yang bernilai jutaan rupiah. Sementara itu, ada juga di antara hewan-hewan yang mati sebenarnya sudah dibeli dan tinggal diambil oleh para pemilik barunya," ungkapnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Celtic vs Ferencvaros di Liga Europa: Kans The Hoops Permalukan Lawan di Celtic Park
Prediksi Skor Malaga vs Villarreal di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Siap Bombardir Tuan Rumah
Prediksi Skor Lillestrom vs Torreense di Liga Europa: Kans Kanarifuglene Menang di Arasen Stadion
Prediksi Skor Real Betis vs Getafe di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Siap Sikat Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Besiktas vs Marseille di Liga Europa: Kara Kartallar Cabik-cabik Tim Tamu di Tupras
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Prediksi Skor Viktoria Plzen vs Union SG di Liga Europa: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Susunan Pemain Manchester City vs Norwich: Maresca Rotasi Skuad
Prediksi Skor Levski Sofia vs Red Bull Salzburg di Liga Europa: Misi Die Roten Bullen Curi Poin
Prediksi Skor Real Sociedad vs Bournemouth di Liga Europa: Txuri-urdin Bakal Kesulitan Redam Lawan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022