
Kepala Desa Cikuda, Kecamatan Parungpanjang, Kabupaten Bogor, R Agus Sutisna (RAS). (Istimewa)
JawaPos.com - Kepala Desa Cikuda, Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor, R Agus Sutisna (RAS) dikabarkan telah ditangkap oleh jajaran Polres Bogor.
Ia diduga terlibat kasus dugaan gratifikasi dokumen jual beli tanah di wilayah Desa Cikuda, Parung Panjang.
Agus Sutisna dikabarkan sempat kabur setelah penetapan tersangka oleh Reskrim Polres Bogor. Penetapan tersangka itu tertuang dalam surat ketetapan Nomor: S.Tap/409/X/Res.T.24/2025/Reskrim pada 3 Oktober 2025.
Dikutip dari Jabar Ekspres (JawaPos Group), Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bogor, Hadijana membenarkan mengenai kabar penangkapan itu.
"Infonya begitu," kata Hadijana, dikutip JawaPos.com, Kamis (23/10).
Sementara itu, Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto meminta agar informasi tersebut dikonfirmasi langsung kepada Kasatreskrim Polres Bogor, AKP Anggi Eko Prasetyo.
"Silakan bisa ke Kasatreskrim," ujar Whika saat dikonfirmasi JawaPos.com, Kamis (23/10).
Namun hingga berita ini diturunkan, Kasatreskrim Polres Bogor AKP Anggi Eko Prasetyo belum memberikan keterangan saat dikonfirmasi JawaPos.com.
Adapun yang menjadi korban permintaan gratifikasi Kades Cikuda Parung Panjang ialah perusahaan pengembang PT AKP.
Humas PT. AKP Irwansyah mengaku prihatin atas perbuatan Kades Cikuda. Ia berharap, kasus ini dijadikan pembelajaran agar kepala desa bisa melakukan pelayanan dengan baik.
"Kami dari PT. AKP merasa prihatin, namun hal tersebut bisa menjadi bahan evaluasi bagi para Kepala Desa yang lain supaya melakukan pelayanan dengan baik dan tidak mempersulit program investasi yang berlangsung di wilayahnya," ucapnya.
Menurutnya, dengan hadirnya pengembang ke suatu daerah, akan berdampak pada meningkatnya perekonomian warga sekitar.
"Karena dengan hadirnya pengembang ke suatu wilayah, pastinya akan meningkatkan pendapatan daerah, meningkatkan ekonomi diwilayahnya dan menyerap tenaga kerja di wilayah setempat," imbuhnya.
Dalam surat penetapan tersangka disebutkan, penyidik telah memperoleh dua alat bukti yang sah. Baik berupa keterangan saksi maupun barang bukti yang mendukung terjadinya tindak pidana.
Kades Cikuda diduga melakukan tindakan melanggar hukum dengan maksud menguntungkan diri sendiri atau orang lain dengan cara melawan hukum.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
