
Anak-anak bermain di kawasan Publik Terpadu Ramah Anak (PTRA) dan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kalijodo, Jakarta, Jumat (31/01/2025). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Ruang terbuka hijau (RTH) masih sangat terbatas di Jakarta. Hal itu karena keterbatasan lahan kosong di Jakarta. Bila mengacu pada Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang, standar ideal kota itu memiliki 30 persen RTH dari total luas wilayah.
Gubernur DKI Pramono Anung menuturkan, untuk menambah RTH, dia mendorong taman-taman kecil di berbagai wilayah Jakarta.
“RTH di Jakarta ini memang kurang, tetapi sudah ada peningkatan walaupun sedikit. Ketika awal menjabat, angkanya sekitar 5,7 persen, sekarang mungkin sudah di atas enam persen,” terangnya.
Menurutnya, penambahan RTH dengan pembangunan taman tidak harus berskala besar. Taman dengan luas 3.000 hingga 5.000 meter persegi dinilai sudah cukup untuk menghadirkan manfaat bagi warga, terutama anak-anak.
“Yang penting manfaatnya jadi ruang terbuka hijau dan tempat bermain bagi anak-anak Jakarta,” ucapnya.
Salah satu taman kecil yang baru-baru ini diresmikannya adalah Taman Bugar di Jakarta Barat. Lalu, ada juga taman di Kalibata yang dalam waktu dekat akan diresmikannya. Model serupa juga akan dikembangkannya di wilayah kota administrasi lainnya. Utamanya, di Jakarta Barat dan Jakarta Selatan.
Selain itu, Pram juga mendorong penambahan RTH dengan memanfaatkan area kolong tol untuk dijadikan taman hijau.
"Tiang-tiang penyangga tol juga kami minta dibuatkan taman di bawahnya. Di Jakarta Timur, ini sudah mulai dilakukan. Termasuk mural-mural untuk memberi nuansa hijau," katanya.
Pramono juga menyinggung upaya penataan di Pasar Burung Barito, yang menjadi bagian dari penataan Taman Ayodya, Leuser dan Langsat juga bertujuan untuk menambahkan RTH di Jakarta. Dia juga menyatakan telah menyiapkan tempat relokasi di Lenteng Agung yang lebih layak bagi para pedagang tersebut.
“Kami tetap melakukan perbaikan pembangunan (di tiga taman itu, Red). Itu bukan buat siapa-siapa. Ini untuk kebutuhan masyarakat supaya punya ruang terbuka hijau yang makin banyak,” jelasnya.

Prediksi Skor Amerika Serikat vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: The Stars and Stripes Tak Ingin Malu!
Prediksi Skor Swiss vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Granit Xhaka Cs Siap Libas El Khadra Demi Tiket 16 Besar
Prediksi Skor Spanyol vs Austria di Piala Dunia 2026: Lamine Yamal Jadi Pembeda
Prediksi Skor Belgia vs Senegal di Piala Dunia 2026: Setan Merah Emoh Angkat Koper Lebih Dulu!
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di 32 Besar Piala Dunia 2026: Joao Felix Pede Singkirkan Skuad Vatreni!
Prediksi Skor Inggris vs RD Kongo: Bursa Jagokan Three Lions, Opta Beri Peluang Menang 73,9 Persen
Silaturahmi dengan Suporter PSIS, Malut United Pastikan Tak Pakai Nama Semarang dan Siap Mengalah soal Stadion
Ditunggu Saja! Persebaya Surabaya Siapkan 7 Pemain Asing Baru Usai Rombak Skuad Musim Lalu
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Cristiano Ronaldo Cs Lolos ke 16 Besar
