Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 4 Oktober 2025 | 01.14 WIB

Perkuat Ketahanan Pangan Jakarta, Dharma Jaya Tambah Sapi dan Bazar Murah

Ilustrasi daging sapi di RPH Perumda Dharma Jaya, Cakung. (Dery Ridwansah/JawaPos.com) - Image

Ilustrasi daging sapi di RPH Perumda Dharma Jaya, Cakung. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

JawaPos.com-Perumda Dharma Jaya terus memperkuat peran sebagai penopang ketahanan pangan ibu kota. Tahun ini menjadi momentum bersejarah karena Dharma Jaya kembali mendapat izin mengimpor sapi bakalan setelah 28 tahun. 

Selain itu, perseroan milik Pemprov DKI Jakarta ini juga tengah menyiapkan pembangunan pasar daging modern sebagai pusat harga daging, serta memperluas penyelenggaraan bazar pangan murah bagi warga Jakarta.

Direktur Utama Perumda Dharma Jaya Raditya Endra Budiman menjelaskan, izin impor sapi bakalan yang diperoleh pada tahun ini merupakan capaian penting untuk memperkuat suplai daging di Jakarta.

''Setelah 28 tahun puasa, akhirnya, tahun ini, kami dapat izin mengimpor sapi potong bakalan dari Australia. Tahun ini kami dapat 5.000 ekor, sampai saat ini sudah 2.000 ekor. Insya allah sampai Desember kami akan penuhi 5.000 ekor,'' ujar Raditya di Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat (3/10).

Menurut dia, sapi bakalan dari Australia akan membantu menjaga stabilitas pasokan daging sekaligus mendukung program penguatan cadangan pangan pemerintah daerah. Dengan pasokan baru itu, Dharma Jaya dapat mengurangi risiko kekurangan stok dan menjaga ketersediaan daging dengan harga yang lebih stabil.

Tak hanya itu, Dharma Jaya juga menyiapkan langkah strategis lain dengan menghadirkan pasar daging modern. Pasar itu diharapkan dapat berfungsi seperti Pasar Induk Beras Cipinang yang menjadi acuan harga beras di Jakarta.

''Pasar daging ini tujuannya sebenarnya kalau teman-teman lihat, pengennya sih kita-kitanya pengen kayak pasar beras di Cipinang nantinya. Jadi semua transaksi daging yang retail itu bisa mengacu pada pasar daging,'' jelas Raditya.

Menurut dia, keberadaan pasar daging modern akan memberi kepastian harga bagi konsumen sekaligus menciptakan transparansi dalam rantai distribusi. 

Selain menjaga ketersediaan dan harga daging, Dharma Jaya juga aktif menggelar bazar murah untuk memastikan pangan terjangkau seluruh lapisan masyarakat. Dari target 695 kegiatan yang ditargetkan tahun ini, sudah terealisasi 678 kegiatan. 

Anggota Komisi B DPRD Provinsi DKI Jakarta Nur Afni Sajim menuturkan, pentingnya peran Perumda Dharma Jaya dalam menjaga ketahanan pangan Ibu Kota, khususnya di bidang hewani. Terlebih, saat ini, masih banyak masyarakat yang masih belum mau membeli daging beku. 

''Kadang-kadang ada masyarakat, contoh orang Betawi zaman dulu, kalau tidak beli daging yang langsung dipotong itu tidak mau. Nah ini peran Dharma Jaya sangat besar untuk meyakinkan masyarakat bahwa dagingnya sama, halalnya pun sama seperti yang disampaikan oleh pak kepala dinas KPKP," kata Nur Afni Sajim.

Dia juga menyarankan Dharma Jaya bisa menambah item pangan hewani lain seperti kepiting, sekaligus mengembangkan produk olahan ikan agar lebih diminati masyarakat.

Masih di lokasi yang sama, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta Hasudungan A. Sibalok menyebut Perumda Dharma Jaya bukan hanya sekadar distributor pangan, melainkan mitra strategis pemerintah dalam menjaga ketersediaan, keterjangkauan dan kualitas pangan warga.

"Peran Perumda Dharma Jaya dalam penguatan ketahanan pangan di Provinsi DKI Jakarta itu sangat penting. Terlebih, Jakarta hanya mampu memenuhi dua persen kebutuhan pangan dari sumber daya lokal, sementara 98 persen sisanya berasal dari luar daerah,'' jelas Hasudungan.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore