Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 2 Oktober 2025 | 07.26 WIB

Staf dan Relawan SPPG di Bogor Ikut Nikmati MBG, Pastikan Kebersihan Dijaga Demi Cegah Keracunan

 

Para staf dan relawan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dapur Bojong Baru, Bogor saat menyantap MBG yang disishkan. (Facebook Mulia Davinci Butar Butar).

JawaPos.com - Para staf dan relawan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dapur Bojong Baru, Bogor, Jawa Barat ternyata setiap hari ikut menyantap paket Makan Bergizi Gratis (MBG). Mereka memakan bagian yang disisihkan dari jatah untuk para siswa.
 
Para staf dan relawan ini makan setelah selesai melakukan pengemasan MBG sebelum didistribusikan ke sekolah-sekolah. Momen para staf makan dibagikan oleh akun media sosial Facebook Mulia Davinci Butar Butar.
 
Terlihat sejumlah pegawai berseragam makan berjajar di lantai dapur MBG. Beberapa ada yang duduk di kolong meja tempat pengemasan MBG.
 
"Di SPPB YGIB Dapur Bojong Baru relawan bagian pengolahan, pemorsian, packing, distribusi, kebersihan, sekuriti, dan staf diperbolehkan untuk makan tapi tidak boleh dibawa pulang," kata Mulia melalui unggahannya dikutip, Rabu (1/10).
 
Dalam konten ini dijelaskan bahwa makanan yang dimasak pada dini hari biasanya disisihkan untuk tim pencucian ompreng atau foodtray yang mulai bekerja sekitar pukul 13.00 WIB. Secara tidak langsung, para petugas akan menjaga kualitas makanannya, sebab mereka memakan hidangan yang sama dengan para siswa sekolah.
 
 
“Dengan dibolehkannya relawan untuk makan di dapur MBG, maka secara otomatis seluruh relawan akan menjaga kebersihan dan memastikan bahwa makanan yang di masak tidak menyebabkan keracunan,” ucapnya.
 
Atas dasar itu, apabila siswa penerima MBG keracunan, nasib serupa akan terlebih dahulu dirasakan oleh para staf dan relawan.
 
"Kalau makanannya beracun, ini (petugas) packing-nya juga kena keracunan. Pertama kali keracunan di (petugas) packing," ucapnya.
 
Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto memastikan program MBG akan terus berjalan. Dia menganggap program berjalan sukses meskipun masih ditemukan beberapa persoalan.
 
"Anak-anak kita harus cukup makan, maka Makan Bergizi Gratis berjalan terus. Alhamdulillah hari ini sudah hampir mencapai 30 juta penerima manfaat," kata Prabowo di Cileungsi, Bogor, Jawa Barat, Senin (29/9).
 
Prabowo juga mendorong perbaikan pengelolaan MBG. Sehingga, peristiwa keracunan tidak terulang. Proses memasak hingga distribusi harus dibenahi.
 
"Kita kerja keras sekarang. Semua dapur nanti harus dilengkapi alat-alat cuci ompreng yang benar-benar kuat dengan ultra violet atau dengan gas, atau dengan air yang sangat panas. Kemudian juga filter untuk air harus ada, kemudian test kit sebelum dikirim makanan harus ada. Ini segera kita benahi, semua dapur harus ada tukang masak terlatih," jelasnya.
 
 
Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore