Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 2 Oktober 2025 | 07.15 WIB

Bau Anyir Tercium di Sekitar bangunan Ponpes Al Khoziny Sidoarjo yang Runtuh, Basarnas: Kan Sudah 48 Jam

SAR Mission Coordinator Laksma TNI Yudhi Bramantyo menjelaskan soal bau anyir yang muncul di lokasi runtuhnya bangunan Ponpes Al Khoziny Sidoarjo, Rabu (1/10/2025). (Novia Herawati/JawaPos.com) - Image

SAR Mission Coordinator Laksma TNI Yudhi Bramantyo menjelaskan soal bau anyir yang muncul di lokasi runtuhnya bangunan Ponpes Al Khoziny Sidoarjo, Rabu (1/10/2025). (Novia Herawati/JawaPos.com)

JawaPos.com - Direktur Operasi pencarian dan Pertolongan Basarnas sebagai SAR Mission Coordinator (SMC), Laksma TNI Yudhi Bramantyo buka suara soal bau anyir yang muncul di sekitar Pondok Pesantren Al Khoziny Sidoarjo. 

"(Bau Anyir) kan karena sudah lebih dua hari alias 48 jam (sejak kejadian), tetapi tidak terlalu (bau) kok ," tutur Bramantyo kepada awak media di posko darurat pada Rabu (1/10). 

Sebagaimana diketahui, bangunan empat lantai di area Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, tiba-tiba ambruk saat para santri sedang melakukan Salat Asar rakaat kedua pada Senin (29/9) sekitar pukul 15.35 WIB. 

Akibatnya, banyak santri yang terjebak dalam puing-puing bangunan. Hingga Rabu (1/10) pukul 21.00 WIB, dilaporkan sebanyak 108 orang menjadi korban tragedi ini. Dari jumlah tersebut, 5 orang meninggal dunia dan 103 korban lainnya selamat.

Tim SAR gabungan saat ini terus berpacu dengan golden time atau batas waktu kritis, yakni 72 jam. Jika merujuk pada waktu kejadian, golden time korban yang masih terjebak di dalam reruntuhan adalah Kamis (2/10) sore. 

"Golden Time belum habis. Nanti kalau sudah tidak ada tanda kehidupan (termasuk bau anyir yang menyengat), nanti kita bicarakan lebih lanjut. Yang jelas setelah ini, saya beserta tim melakukan pembersihan dan cek ulang," imbuhnya. 

Sebelumnya, bau anyir mulai dirasakan oleh orang-orang yang berada di sekitar Pondok Pesantren Al Khoziny. Salah satunya Wahyono, 57 tahun. Warga Sampang, Madura itu mengaku beberapa kali mencium bau tak sedap.

"Iya bau (anyir) kadang-kadang. Ngerasa baunya sekelebat saat angin berhembus," ujar Wahyono yang sudah sejak siang hari berada di lokasi, memantau proses evakuasi dari luar garis polisi kepada JawaPos.com, Rabu (1/10).

Di sisi lain, salah seorang petugas Basarnas yang tak mau disebutkan namanya mengatakan bau anyir tak begitu terasa jika dari luar bangunan, apalagi dari gerbang Pondok Pesantren Al Khoziny.

"Kalau dari gerbang ponpes, menurut saya belum begitu bau. Tetapi kalau di depan banget (bangunan yang roboh) ya lumayan, mbak. Apalagi bagi orang yang belum terbiasa (cium bau jenazah)," tukasnya. 

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore