Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 29 September 2025 | 18.35 WIB

Istri Sopir Truk di Parung Panjang Menjerit Usai Aktivitas Tambang Dihentikan: Mana Keadilan, Kasihan Rakyat!

Aksi demonstrasi dilakukan sopir truk tambang dan keluarga, serta sejumlah anggota Asosiasi Transporter Tangerang-Bogor (ATTB) di bilangan Cigudeg, Bogor. (Abdul Rahman/JawaPos.com)

JawaPos.com - Sejumlah sopir truk tambang dan keluarga mereka serta sejumlah anggota Asosiasi Transporter Tangerang-Bogor (ATTB) melakukan aksi di bilangan Cigudeg, Bogor, Jawa Barat, pada hari ini, Senin (29/9).

Aksi tersebut digelar untuk menyikapi diberhentikannya sementara operasional perusahaan tambang di wilayah Parung Panjang, Rumpin, dan Cigudeg, mengingat pelanggaran terus dilakukan dan merugikan masyarakat luas.

Salah satu yang berorasi di atas panggung adalah istri dari sopir. Perempuan berusia sekitar 40-an tahun itu menaruh harapan besar agar Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bisa mengaktifkan kembali aktivitas tambang karena suaminya tidak mendapatkan penghasilan selama tambang tidak beroperasi.

"Saya perwakilan ibu-ibu istri sopir. Saya mohon Pak Dedi, perusahaan tambang untuk dibuka kembali," kata ibu itu.

Dia mengatakan, mendapatkan pekerjaan dan penghasilan merupakan hak setiap warga negara. Oleh karena itu, dia berharap keadilan agar suaminya kembali mendapatkan pekerjaan.

"Mana keadilan (mendapatkan pekerjaan dan penghasilan) untuk seluruh Indonesia? Kasihan rakyat di bawah," katanya.

Istri sopir itu menegaskan bahwa dirinya ikut terkena dampaknya dari dihentikannya aktivitas tambang. "Kita kena imbasnya," akunya.

Diketahui, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menjatuhkan sanksi ke sejumlah perusahaan tambang yang berada di wilayah Parung Panjang, Rumpin, dan Cigudeg, buntut atas pelanggaran yang masih terus mereka lakukan setelah keluarnya Surat Edaran Gubernur pada tanggal 19 September 2025.

Dedi Mulyadi juga menutup sementara aktivitas tambang karena truk tambang tidak patuh masih menggunakan jalan yang baru saja diperbaiki.

Jika terus dibiarkan, pria yang kerap disapa KDM khawatir jalan utama di Parung Panjang dan sekitarnya yang menelan biaya hingga ratusan miliar akan hancur dalam waktu singkat, seperti nasib perbaikan jalan di Parung yang terjadi sebelum-sebelumnya.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore