Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 26 September 2025 | 14.20 WIB

Kebakaran Jakarta 2025 Diprediksi Naik, Minimnya Petugas Hingga Perkembangan Teknologi Jadi Tantangan

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (tengah) meresmikan Halte Jaga Jakarta, Senin(08/09/2025). Suasana di sekitar Halte Jaga Jakarta, Senin (8/9/2025). (Hanung Hambara/Jawa Pos) - Image

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (tengah) meresmikan Halte Jaga Jakarta, Senin(08/09/2025). Suasana di sekitar Halte Jaga Jakarta, Senin (8/9/2025). (Hanung Hambara/Jawa Pos)

JawaPos.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menunjukkan komitmennya dalam menurunkan angka insiden kebakaran di Ibu Kota. Salah satu yang dilakukan ialah dengan membuka rekrutmen untuk mengisi 1.000 formasi petugas damkar.

Perekrutan dilakukan lantaran jumlah personel Damkar DKI Jakarta masih jauh dari kata ideal. Dari kebutuhan sekitar 11 ribu personel, baru terpenuhi sekitar 3.900 orang.

"Untuk itu Provinsi DKI Jakarta sekali lagi berkomitmen untuk berperan serta melakukan pemadam kebakaran di Jakarta dan mudah-mudahan ini juga menjadi awal yang baik," ujar Pramono. 

Politisi PDIP itu memaparkan, sejak awal tahun 2025 hingga kini, terdapat 1.195 insiden kebakaran di Jakarta. Sebanyak 267 kebakaran diantaranya berhasil dipadamkan sendiri oleh warga.

"Pada tahun 2025 tercatat 1.195 kejadian, sebanyak 22 persen atau 267 kejadian dapat ditangani secara langsung oleh masyarakat sesuai dengan apa yang diatur dalam pergub yang selama ini kita gunakan," katanya.

Jumlah tersebut menandakan insiden kebakaran di Jakarta di tahun ini mengalami peningkatan drastis. Berdasarkan catatan JawaPos.com, jumlah kebakaran di Jakarta pada tahun 2024 hanya 788 peristiwa. Jumlah itu pun menurun 8,8 persen jika dibandingkan tahun 2023 yang mencapai 864 kejadian.

Selain peristiwa kebakaran, laporan masyarakat kepada Damkar di luar insiden kebakaran juga terbilang tinggi. Pada 2024, terdapat hampir 6.800 kasus laporan di luar kebakaran. 

"Ini membuktikan bahwa Damkar memang bekerjanya multifungsi. Kucing ilang, Damkar. ATM jatuh, ketelingsut (barang hilang, Red), nggak bisa dikeluarkan, manggil Damkar. Bahkan bola masuk ke atas, ke atap, yang ditelepon adalah Damkar," katanya 

"Ini menunjukkan bahwa Damkar mendapatkan apresiasi yang luar biasa dari masyarakat dan kami berterima kasih," ungkap Pramono.

Posko Belum Ideal, Perkembangan Teknologi Jadi Tantangan

Kepala Bidang Pencegahan Kebakaran Disgulkarmat DKI Budi Haryono mengatakan, saat ini jumlah pos Damkar belum ideal. Seharusnya, terdapat 267 pos damkar yang tersebar di masing-masing kelurahan di Jakarta. Namun saat ini, hanya terdapat 172 pos pemadam kebakaran.

Jumlah tersebut sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Bahaya Kebakaran. 

Baca Juga: Damkar Evakuasi Ular Yang Sembunyi di Kusen Pintu
 
"Jadi artinya kita masih kurang," ujarnya kepada JawaPos.com.

Meski begitu, Budi senang Gubernur DKI Pramono telah berkomitmen menambah kekurangan petugas damkar

"Nanti mungkin pemerintah dalam hal ini Pemada DKI akan mencarikan posnya, kemudian juga nambah unitnya. Yang penting ada orangnya dulu," katanya.

Selain minimnya SDM, fasilitas penunjang petugas dalam memadamkan api juga perlu ditingkatkan. Apalagi, transportasi umum seperti MRT dan LRT terus diperluas. Belum lagi, maraknya penggunaan kendaraan listrik, yang tidak bisa dipadamkan dengan Apar biasa.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore