Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 23 September 2025 | 13.20 WIB

Warga Diminta Tak Khawatir! RDF Plant Rorotan Jakarta Dilengkapi Teknologi Canggih, Begini Penjelasan Ahli ITB

Teknologi penyaringan udara diterapkan dalam Refuse-Derived Fuel (RDF) Plant Rorotan, mencegah polusi udara yang dikhawatirkan warga sekitar. (Istimewa) - Image

Teknologi penyaringan udara diterapkan dalam Refuse-Derived Fuel (RDF) Plant Rorotan, mencegah polusi udara yang dikhawatirkan warga sekitar. (Istimewa)

JawaPos.com-Ahli Teknik Lingkungan Institut Teknologi Bandung (ITB), Dr. Haryo S. Tomo memastikan Refuse-Derived Fuel (RDF) Plant Rorotan, Jakarta Utara, aman bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat. 

Menurut dia, fasilitas pengolahan sampah ini menggunakan teknologi pengendalian emisi berstandar tinggi yang melibatkan sejumlah pakar ITB.

"RDF Plant Rorotan telah dilengkapi Air Pollution Control Devices (APCD) dengan konfigurasi menyeluruh untuk mereduksi polutan secara optimal," ujar Haryo di Jakarta, Senin (22/9).

Haryo menjelaskan, sistem pengendalian dirancang dengan mempertimbangkan karakteristik emisi secara cermat.

"Alat pengendalian pencemaran udara di RDF Plant Rorotan mengombinasikan unit-unit untuk menyisihkan partikulat, sulfur dioksida (SO₂), oksida nitrogen (NOx), dan parameter lainnya. Standar baku mutu yang ditargetkan merujuk pada Permen LHK Nomor 70 Tahun 2016," jelas Haryo S. Tomo.

Menurut dia, pengeringan sampah menjadi RDF dilakukan melalui pembakaran sebagian produk RDF dengan suhu 800–1.000 °C. Gas panas kemudian disaring berlapis menggunakan Cyclone, Baghouse Filter, Wet Scrubber, Wet ESP, hingga filter karbon aktif sebelum dilepas melalui cerobong.

"Implementasi teknologi ini telah teruji di sektor industri lain. Bahkan pada industri smelting, efisiensi Wet ESP bisa mencapai lebih dari 98 persen," tambah Haryo S. Tomo.

Kendalikan Bau dengan Deodorizer

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta Asep Kuswanto memastikan RDF Plant Rorotan dibangun dengan serius, melibatkan pakar, dan mengutamakan aspek lingkungan.

"Sejak awal, pembangunan fasilitas ini mempertimbangkan aspek lingkungan dan kesehatan masyarakat. Meski sempat ada kendala pada uji coba pertama, kami terus berbenah dan melakukan evaluasi besar-besaran," kata Asep.

DLH juga telah menambah tiga set Deodorizer sehingga kini ada empat unit beroperasi.

"Deodorizer ini dilengkapi blower, Advanced Oxidation Process (AOP) dengan ozonisasi dan sinar ultraviolet, reaktor scrubber, hingga filter karbon aktif untuk menyisihkan serta menetralkan gas penyebab bau," jelas Asep.

Menurut Asep, langkah ini membuktikan keseriusan Pemprov DKI dalam mereduksi dampak negatif yang dikhawatirkan warga.

"Kami ingin masyarakat tidak khawatir. Semua proses perbaikan dilakukan komprehensif dengan dukungan para ahli terbaik. RDF Plant Rorotan hadir untuk menjadi solusi pengelolaan sampah berkelanjutan, bukan menambah masalah baru," tutur Asep.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore