
Ilustrasi demo ojol. Pengamat ingatkan jangan ada sweeping saat demo ojol hari ini, dan sampaikan tuntutan yang jelas. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
JawaPos.com - Rencana aksi demonstrasi pengemudi ojek online (ojol) yang digagas Garda Indonesia pada Rabu (17/9), menuai sorotan.
Pengamat ekonomi menilai tuntutan yang disuarakan tak sekadar soal kesejahteraan driver, melainkan juga berbau agenda politik.
Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda, mengatakan, sah-sah saja bila para mitra ojol menggelar aksi dan menyampaikan aspirasi.
Namun, ia menekankan pentingnya dasar tuntutan yang jelas, terutama ketika menyentuh isu sensitif seperti desakan pergantian Menteri Perhubungan.
“Kalau ada alasan kuat, misalnya kinerja menteri dianggap tidak memuaskan, itu wajar. Tapi kalau tiba-tiba meminta diganti tanpa pijakan yang jelas, kesannya sangat politis,” ujarnya, Selasa (16/9).
Menurut Nailul, perbedaan sikap di kalangan pengemudi juga harus dihormati. Garda Indonesia bisa saja mematikan aplikasi dan turun ke jalan, namun tidak boleh memaksa driver lain yang memilih tetap bekerja.
“Kalau ada sweeping atau pemaksaan, justru itu tidak sejalan dengan nilai demokrasi. Demo itu bagian dari kebebasan berekspresi, tapi tetap harus menjunjung hak orang lain,” tegasnya.
Lebih jauh, Nailul menyoroti isu tarif yang kerap menjadi pemicu aksi. Ia menilai pemerintah bisa mempertimbangkan kenaikan harga layanan secara wajar, misalnya di kisaran lima persen, agar tetap diterima penumpang sekaligus meningkatkan pendapatan driver.
“Jika naik secara proporsional, driver bisa mendapat tambahan penghasilan, aplikator pun masih bisa memberi promo untuk konsumen,” jelasnya.
Sebelumnya, Ketua Umum Garda Indonesia, Raden Igun Wicaksono, mengumumkan akan menggelar demonstrasi nasional pada 17 September 2025, bertepatan dengan Hari Perhubungan Nasional.
Salah satu tuntutan utamanya adalah meminta Presiden Prabowo Subianto mencopot Menteri Perhubungan Dudy Purwaghandi.
Isu ini menambah panjang daftar dinamika di sektor transportasi daring. Di satu sisi, ada tuntutan soal tarif dan kesejahteraan driver.
Di sisi lain, muncul desakan politik yang bisa memengaruhi arah kebijakan transportasi digital di Indonesia.
Jadi polemik juga lantaran sejumlah pihak dituding menunggangi kematian driver ojol Affan Kurniawan untuk kepentingan politik di demo ojol hari ini.

Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Duel Hidup dan Mati Siapa Lolos dari Grup J
Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs Uzbekistan: Ruben Dias Siap Hadapi Tim Bertahan
Viral! Pengakuan BEM FH UBK Usai Temui Gibran, Ngaku Terima Uang hingga Minta Maaf ke Mahasiswa
Penampakan Wajah Wanita yang Menipu Tantri Kotak dkk dengan Kerugian Mencapai Rp 10 Miliar
Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Laga Hidup-Mati, Siapa Bertahan dari Jurang Eliminasi?
Prediksi Skor Kolombia vs RD Kongo di Piala Dunia 2026: Daniel Munoz Motor Serangan Los Cafeteros
Prediksi Skor Panama vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Luka Modric Berburu Poin Pertama
Prediksi Skor Argentina vs Austria di Piala Dunia 2026: Menantikan Sihir Lionel Messi Hadapi Das Team
Prediksi Skor Prancis vs Irak di Piala Dunia 2026: Kylian Mbappe Siap Mengamuk Kalahkan Singa Mesopotamia
