
Viral mainan anak SD, Gasing dari penghapus. (Instagram)
JawaPos.com - Kepala Suku Dinas Pendidikan wilayah II Jakarta Pusat, Bambang Eko Prabowo mengaku akan memperhatikan lebih lanjut soal viralnya penghapus dijadikan gasing oleh anak-anak Sekolah Dasar. Hingga saat ini, belum ada laporan terkait fenomena yang terjadi di sekolah-sekolah Jakarta Pusat.
"Apabila ditemukan, menjadi perhatian kami untuk menghindari penggunaan mainan gasing penghapus," kata Bambang Eko saat dihubungi JawaPos.com, Minggu (14/9).
Bambang mengaku belum pernah melihat permainan itu. Namun, dari segi kreatifitas anak-anak dalam bermain memang baik. Akan tetapi, di sisi lain, ada dampak bahaya karena menggunakan paku paying atau strepless.
"Jujur belum pernah lihat langsung dan baru tahu ada mainan ini. Tergambarkan sederhana dan ada kreativitas anak dalam bermain. Namun, penting bagi kami memastikan keseimbangan belajar dan bermain," ucapnya.
"Penting bagi kami memastikan aktivitasnya aman dan tidak mengganggu proses pembelajaran. Kami sangat menjunjung budaya sekolah sehat kreatif dan mendidik dalam rangka membentuk generasi muda jakarta yang cerdas dan Tangguh," ungkapnya.
Menurutnya, apabila mainan penghapus gasing berbahaya, maka akan menjadi sorotan dari pihak Sudin Pendidikan wilayah II Jakarta Pusat.
"Sejauh ini di Jakarta Pusat belum ada laporan sekolah terkait mainan ini. Tentunya apabila ditemukan nilai bahaya menjadi perhatian kami untuk menghindari penggunaan mainan gasing penghapus," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, viral anak sekolah kini memiliki mainan baru. Dari alat tulis yaitu penghapus dikreasikan menjadi mainan gasing.
Hal ini menjadi pro dan kontra antara pihak orang tua dan sekolah. Bahkan ada yang membagikan momen, seorang pedagang yang menunjukkan uang hasil jualan penghapus viral di media sosial.
Dengan narasi "Ibu pemilik warung cerita kalo di warungnya lagi laris banget Penghapus dibeli anak-anak sekolah yang ternyata dibuat jadi mainan gasing," tulis narasi dalam akung Instagram @berita_gosip dikutip, Minggu (14/9).
Postingan itu mendapatkan komentar beragam dari berbagai netizen. Ada yang menyambut positif dan ada juga yang berkomentar negatif.
"Di sekolah anakku dilarang banget, soalnya bahaya banget, itu ada hekter sama paku payungnya," tulis @rnabillaput.

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
