
Korban ambruknya bangunan majelis taklim di Gang Becek, Kampung Ciapus Kompas, Desa Sukamakmur, Kecamatan Ciomas, dilarikan ke rumah sakit. (Radar Bogor)
JawaPos.com-Suasana pengajian ibu-ibu di sebuah majelis taklim di Gang Becek, Kampung Ciapus Kompas, Desa Sukamakmur, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, mendadak berubah menjadi duka, pada Minggu (7/9) pagi. Sebuah gedung majelis yang berada di tepi jurang ambruk dan menimpa puluhan jamaah yang sedang mengikuti pengajian.
Dhani, salah satu keluarga korban, menuturkan detik-detik kejadian yang berlangsung cepat. Dia mengatakan awalnya terdengar suara ambruk keras, lalu bangunan itu roboh ke jurang.
“Kejadiannya pagi hari tadi (7/9). Bangunannya semacam majelis, mirip masjid,” kata Dhani sebagaimana dikutip dari Radar Bogor Jawa Pos Group.
Menurut Dhani, jamaah yang hadir cukup banyak, mayoritas ibu-ibu. Namun, dia tidak mengetahui secara pasti jumlahnya, tetapi diperkirakan lebih dari 50 orang.
“Saat saya datang, masih ada banyak yang tertindih reruntuhan,” papar Dhani.
Dia menambahkan, lokasi bangunan majelis memang berada di tepi jurang. Saat konstruksi ambruk, sebagian jamaah ikut terperosok ke bawah dan tertindih material bangunan.
“Jadi waktu ambruk, ada yang jatuh ke bawah dan tertindih material,” tutur Dhani.
Para korban yang berhasil diselamatkan kemudian dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapat pertolongan medis.
Direktur Utama RSUD Kota Bogor dr. Ilham Chaidir menyampaikan, ada 29 korban yang awalnya dibawa ke rumah sakit. Dari jumlah tersebut, 28 masih dirawat di RSUD Kota Bogor, sementara satu pasien diteruskan ke PMI.
“Kami sudah melakukan assessment. Ada 3 orang dengan kondisi berat, yaitu cedera kepala, patah tulang, dan dugaan perdarahan di perut akibat tertimpa tembok beton. Ada 17 pasien dengan kondisi sedang, sisanya luka ringan,” papar Ilham.
Salah satu korban kritis adalah anak berusia 2,5 tahun yang mengalami cedera kepala berat.
“Masih menunggu asesmen tim bedah saraf, apakah dirawat di sini atau dirujuk ke rumah sakit lain,” jelas Ilham.
Selain itu, ada juga pasien berusia 15 tahun, sedangkan mayoritas korban berusia di atas 50 tahun. Ilham memastikan, seluruh pasien mendapat penanganan maksimal.
“Yang paling penting bagi kami adalah menolong semuanya agar bisa selamat dan mendapat penanganan tepat. Semua pasien tidak akan dibebani biaya apapun,” tandas Ilham.

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
