
Ratusan remaja dan pelajar diamankan di Stasiun Palmerah, Tanah Abang, Jakarta Pusat, diduga hendak ikut aksi di DPR RI, Kamis (28/8) siang. (Istimewa)
JawaPos.com - Dinas Pendidikan (Disdik) DKI buka suara pasca banyaknya pelajar yang ditahan oleh Polda Metro Jaya usai memanasnya aksi unjuk rasa di Jakarta dalam beberapa hari terakhir.
Menurut Disdik, hingga saat ini, belum ada pelajar Jakarta yang dicabut KJP Plusnya karena terlibat aksi unjuk rasa.
''Kalau anak demonstrasi, itu dia kan membuka ruang menyampaikan pendapatnya. Pak gubernur juga sudah sampaikan secara klir bahwa tidak ada yang dicabut KJP-nya,'' jelas Kepala Disdik DKI Nahdiana di Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (2/9).
Meski aksi demonstrasi atau unjuk rasa merupakan hak konstitusional setiap warga negara, Pemprov DKI Jakarta tetap memberikan batasan.
Disdik DKI bisa mencabut jika terbukti dan sudah ada kekuatan hukum yang menyatakan anak tersebut melakukan tindak pidana.
''Kecuali kalau dia (penerima KJP Plus) terbukti dia berbuat anarkis dan tidak benar,'' jelasnya. Oleh karena itu, dia mengimbau kepada pelajar di Jakarta untuk tidak bertindak yang melanggar hukum.
Lebih lanjut, saat ditanya jumlah pelajar yang ditahan saat ini, Nahdiana mengaku belum menerima datanya. Sehingga, dia tidak bisa menyampaikan data terbarunya.
''Kami belum terima data resminya dari Polda Metro Jaya. Tapi, semua anak kami ada di sekolah kemarin (1/9). Karena kemarin kan PJJ (pembelajaran jarak jauh), konsentrasinya dengan KJP itu,'' katanya.
Memang, untuk mencegah dampak unjuk rasa anarkis, Disdik DKI sudah menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 8660/PK.00.00 kepada kepala satuan pendidikan negeri dan swasta di Jakarta untuk tetap melaksanakan proses pembelajaran, baik luring maupun daring.
Pada Senin (1/9) lalu, ada sebanyak 2.829 sekolah, baik swasta maupun negeri di Jakarta yang pembelajarannya dilaksanakan secara daring. Dari jumlah itu, bahkan masih ada yang hari ini, Selasa (2/9) melanjutkan PJJ tersebut.
''Hari ini (2/9) ada beberapa sekolah yang kemarin melakukan belajar dari rumah, ini sudah masuk kembali ke sekolah. Mohon doanya mudah-mudahan anak-anak kita bisa kembali ke sekolah. SE itu berlaku mulai 1 September sampai kapan? Sampai kami memberikan pemberitahuan lebih lanjut,'' tambahnya.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Duel Tim Kelelahan!
Prediksi Skor Persija Jakarta vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Macan Kemayoran Diunggulkan!
Profil Jafar Hidayatullah dan Adnan Maulana: Diduga Match Fixing, Dicoret PBSI dari Kejuaraan Dunia
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Maung Bandung Favorit Juara
Aji Santoso Resmi Latih de Red FC, Klub Baru Jawa Timur Pilih Stadion Gelora 10 November Surabaya
Bertahun-Tahun Mogok Kerja, Tim 10 Pekerja Freeport Serahkan Tuntutan ke Said Iqbal
Jafar/Felisha dan Adnan/Indah Dicoret dari Kejuaraan Dunia, PBSI Buka Suara Soal Dugaan Match Fixing
Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Pembuktian Sihir John Herdman!
Profil Malik Bawazier, Suami Cut Keke yang Dilaporkan Kasus Perzinaan dan Kohabitasi
