
Beras premium di Super Indo Paradise Walk Serpong, Jalan Raya Puspitek, Babakan, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan. (Ilham Safutra/JawaPos.com)
JawaPos.com - Aksi unjuk rasa yang belum mereda membuat banyak warga khawatir akan ketersediaan pangan. Sebagai antisipasi, Pemprov DKI mengimbau warga Jakarta untuk tidak panic buying. Sebab, ketersediaan pangan di Jakarta aman, bahkan hingga Oktober 2025.
'' Untuk pangan, utamanya pangan strategis mulai dari beras, daging telur, susu, daging sapi, daging ayam, itu untuk dua bulan kemudian stok kita cukup. Jadi, masyarakat tidak perlu panic buying,'' ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta Hasudungan Sidabalok di Jakarta, Senin (1/9).
Hasudungan menjelaskan bahwa stok beras di Jakarta saat ini mencapai 303.297 ton, sedangkan kebutuhannya diperkirakan 156.745 ton. Begitu pula dengan daging sapi, di mana stoknya mencapai 40.418 ton dan kebutuhannya hanya 11.999 ton. Sementara itu, stok daging ayam mencapai 74.940 ton melebihi kebutuhan yang sebesar 30.176 ton.
Untuk ketersediaan telur ayam mencapai 21.478 ton, sedangkan kebutuhannya sebesar 19.525 ton. Stok cabai merah keriting 10.641 ton, lebih banyak dibandingkan kebutuhannya yang sebanyak 5.595 ton. Kemudian, stok bawang merah 8.688 ton dan kebutuhannya sebanyak 4.677 ton. Stok bawang putih 8.728 ton melampaui kebutuhannya 3.814 ton.
''Jadi, semuanya dalam keadaan kondisi cukup,'' katanya.
Meski cukup, dia mengakui, aksi unjuk rasa yang memanas di Jakarta berdampak terhadap operasional gerai pangan subsidi di Jakarta. Sebagai antisipasi, gerai-gerai itu ditutup. Utamanya, gerai yang lokasinya dekat dengan aksi unjuk rasa. Misalnya, Gerai Pangan Murah di Pasar Senen dan Poncol yang sempat ditutup, kini sudah dibuka kembali.
''Tapi sekarang semuanya sudah terbuka. Jadi, ada 213 gerai untuk penukaran pangan subsidi,'' tambahnya.
Dalam kesempatan itu, meski mengakui stok pangan cukup, Hasudungan mengakui, adanya kondisi kekosongan stok beras di minimarket Jakarta. Menurutnya, kondisi itu imbas kasus beras oplosan. Namun, untuk masyarakat berpenghasilan rendah, kebutuhan beras disebutkannya bisa didapatkan di Gerai Pangan Murah.
''Khusus untuk pangan subsidi yang saya sampaikan ada berapa gerai tadi, itu mulai besok sudah tersedia (berasnya),'' katanya.
Namun, untuk kekosongan minimarket itu, dia hanya menyampaikan akan perlahan normal. Sebab, selain kasus oplosan, kekosongan itu juga terjadi karena memang harga gabah di tingkat petani juga meningkat.
''Jadi, memang, secara pasokan juga agak berkurang. Kemudian, dipicu juga kemarin masalah yang pengoplosan beras. Sehingga, masih banyak penjual beras atau distributor beras yang menghentikan kegiatannya. Tetapi, lama-kelamaan juga nanti akan berangsur-angsur normal,'' katanya.(rya/)

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
