Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 29 Agustus 2025 | 22.31 WIB

Pramono Anung Tegaskan Tak Akan Cabut Bantuan KJP Bagi Pelajar yang Terlibat Demo di Sekitar Gedung DPR RI

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menjelaskan kondisi Jakarta pasca aksi unjuk rasa memanas. (Masria Pane/ Jawa Pos) - Image

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menjelaskan kondisi Jakarta pasca aksi unjuk rasa memanas. (Masria Pane/ Jawa Pos)

JawaPos.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta tak akan mencabut bantuan Kartu Jakarta Pintar (KJP) bagi pelajar yang diamankan polisi lantaran terlibat aksi demonstrasi di sekitar Gedung DPR RI sejak Senin (25/8). Gubernur Jakarta, Pramono Anung menegaskan, bahwa KJP sejatinya kewenangan Pemprov Jakarta.

“Jadi urusan KJP itu kewenangan sepenuhnya pemerintah Jakarta dan dalam hal ini tidak ada keinginan kami untuk mencabut KJP,” kata Pramono di Jakarta, Jumat (29/8).

Sementara itu, dia menegaskan bahwa kegiatan belajar-mengajar di Jakarta masih berjalan secara normal. Meskipun terdapat beberapa sekolah yang meliburkan siswanya atas dari permintaan sekolah sendiri.

“Saya sudah berkoordinasi dengan kepala dinas (Disdik), memang ada beberapa sekolah yang meminta untuk diliburkan. Artinya melakukan work-from-home, tetapi sebenarnya hampir sebagian besar sekolah di Jakarta sekarang ini berjalan normal,” jelasnya.

Sebelumnya, hingga Kamis (28/8) siang, total sudah 276 pelajar yang diamankan oleh polisi, baik personel dari Polda Metro Jaya maupun polres dan jajaran di bawahnya. Sebanyak 9 orang di antara ratusan pelajar itu kedapatan membawa busur panah. 

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi mengungkap rincian jumlah pelajar yang sudah diamankan oleh petugas dan dicegah bergabung ke DPR. Yakni 116 pelajar yang diamankan oleh personel Polda Metro Jaya dan 160 pelajar diamankan oleh petugas Polres dan jajarannya.

Ratusan pelajar yang sudah diamankan oleh petugas di lapangan tak hanya dari Jakarta, mereka berasal dari daerah lain di luar Jakarta. Mulai Depok, Bekasi, Tangerang. Bahkan ada yang datang dari Purwakarta, Cianjur, Cirebon, sampai Indramayu. Seluruhnya diamankan untuk dicegah bergabung dengan massa aksi. 

“Berdasarkan komunikasi awal rekan-rekan kami di lapangan secara humanis, diajak ngobrol baik-baik. Mereka, pelajar itu mengakui bahwa datang untuk demo karena ikut ajakan medsos,” ucap Ade Ary.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore