
Duka mendalam: Jenazah Affan saat disholati kerabat termasuk mantan Gubernur Anies Baswedan, di Masjid Al-Falah, Menteng. (Febry Ferdian/ Jawa Pos)
Jakarta – Suasana duka menyelimuti Masjid Alfalah, Menteng, tempat almarhum Affan Kurniawan, 21 tahun disemayamkan terakhir kalinya, seorang pengemudi ojek online yang meninggal dunia usai ditabrak mobil rantis Brimob pada Kamis (28/8).
Ayahanda Affan, Zulkifli berusaha tegar ketika mantan Gubernur Jakarta, Anies Baswedan mengiringi jenazah untuk disolati.
Pada kesempatan itu, orang tua korban menyampaikan, anaknya merupakan pribadi yang bertanggung jawab. Dalam keseharian, dia bukan hanya membantu mencari nafkah untuk keluarga, tetapi juga kerap mengambil beban orang tuanya.
Anies juga menyampaikan pesan tersebut setelah sempat berbincang dengan orang tua Affan.
“Dari ibunya, betapa Affan ini anak yang bertanggung jawab. Anak yang memilih untuk ikut menanggung beban. Insya Allah itu semua dicatat sebagai amal soleh, yang pahalanya akan dilipatgandakan,” ujar Anies di hadapan keluarga yang berduka.
Anies menegaskan, wafatnya Affan hendaknya menjadi pengingat sekaligus penggerak untuk menegakkan keadilan. Dia menuturkan, pesan dari ibunda Affan begitu jelas, agar hukum ditegakkan setegak-tegaknya.
“Pak, hukum seberat-beratnya orang yang membuat anak saya meninggal. Itu kata-kata ibunya. Kita doakan dan kita minta kepada seluruh penegak hukum, tegakkan hukum yang sebenarnya benar,” ucap Anies menirukan pernyataan ibunda korban.
Affan sendiri menjadi simbol perjuangan rakyat kecil yang bekerja keras demi keluarga. Bagi Anies, kepergian pemuda itu bukan hanya meninggalkan kesedihan, melainkan juga amanah agar perjuangan mencari keadilan tidak terhenti.
“Insya Allah wafat ini nantinya akan menjadi pembuka pintu jannah. Kita doakan perjuangan yang dilakukan Affan dan semua rakyat yang terlibat dimudahkan. Kita mendapatkan keadilan, keadilan bagi semuanya, kesejahteraan bagi semuanya,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Anies juga menyampaikan terima kasih kepada pengurus Masjid Alfalah yang menjadi tuan rumah penyelenggaraan takziyah. Dia berharap segala kebaikan yang diberikan mendapat balasan kebahagiaan dari Allah.
“Semua yang bernyawa pada akhirnya akan meninggal. Insya Allah kita semua nantinya akan bisa mendapatkan husnul khatimah,” tutup Anies.
Sementara itu, Hafids, rekan korban mengatakan, pada hari kejadian, korban sebetulnya sedang mengantar pesanan. Affan kemudian menyeberang di kerumunan massa, namun nahas, mobil taktis berjalan dengan kecepatan tinggi dan memecah masa. Pada saat itu, korban tak sempat mengelak dan tertabrak bersama satu rekan driver ojek lainnya Umar Amarudin yang kini tengah menjalani pengobatan di RS Pelni.
"Nggak ikut demo, pas mau nyeberang langsung kena mobil Barracuda. Saya ada di TKP, saya lagi lihat orang tawuran. Teman-teman langsung bawa ke RS, tapi diperjalanan nggak ketolong, " papar dia.
Setelah disolati, ribuan driver ojek online mengantar Affan ke peristirahatan terakhirnya, di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Karet Bivak.(bry)

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
