Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 27 Agustus 2025 | 20.17 WIB

Pertumbuhan Kendaraan Baru di Jakarta Capai 3.000 Unit per Hari, Penyebab Macet Tak Kunjung Teratasi

Ilustrasi kemacetan di kawasan Jalan Sudirman, Jakarta. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com) - Image

Ilustrasi kemacetan di kawasan Jalan Sudirman, Jakarta. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Pertumbuhan kendaraan di Jakarta semakin mengkhawatirkan. Polda Metro Jaya mencatat, sepanjang 2024 ada hampir 850 ribu kendaraan baru yang menambah kepadatan di ibu kota.

Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Komarudin menuturkan, lonjakan kendaraan di Jakarta rata-rata mencapai 2.500 hingga 3.000 unit setiap hari. 

"Polda Metro Jaya mencatat di akhir tahun 2024, pertumbuhan kendaraan dalam satu tahun tercatat 850.901 kendaraan. Yang kalau dirata-rata dibagi jumlah hari kerja dalam satu tahun, maka pertumbuhan kendaraan di Jakarta teraglomerasi, itu per hari rata-rata bertambahnya 2.500 sampai 3.000 kendaraan baru," jelas Komarudin di Monas, Rabu (27/8).

Lebih lanjut, Komarudin menggambarkan dampak penambahan kendaraan ini dalam bentuk ruang parkir yang luar biasa besar. Bahkan, bisa memenuhi ruas jalan Tomang, Jakarta Barat, hingga Cawang, Jakarta Timur.

"Kita ambil 1% saja Pak Wakil Gubernur, 1% itu adalah roda empat, kita kalikan dimensi panjang kendaraan yang ambil pendek 2 meter, maka dibutuhkan 16 kilometer hanya untuk memarkirkan kendaraan baru. 16 kilometer itu Pak Wakil Gubernur dari Tomang sampai Cawang," ungkapnya.

Kenalkan Sistem Monitoring Mandala Quick Response

Untuk menghadapi tantangan ini, Polda Metro Jaya bersama Pemprov DKI dan Dinas Perhubungan membangun sistem Mandala Quick Response.

Mandala, singkatan dari Membangun Kesadaran Berbudaya Lalu Lintas di Jalan Raya. Sebanyak 4.438 kamera CCTV akan memantau pergerakan kendaraan.

Dengan sistem ini, kepolisian dapat memantau kepadatan secara real time, lalu menggeser personel ke titik macet untuk melakukan penguraian lalu lintas.

Kombes Komarudin menegaskan, keberadaan sistem ini mulai menunjukkan hasil positif. Menurutnya, percepatan ini bisa memangkas waktu macet hingga 1 jam lebih cepat dibanding sebelumnya.

"Alhamdulillah hasil evaluasi kami selama 2 bulan terakhir, kita telah mampu mengurangi waktu perjalanan masyarakat tertahan di Jakarta. Saat ini Jakarta kita bisa lihat khususnya Sudirman-Thamrin sudah mulai bisa terurai antara pukul 20.00 sampai 20.30 WIB," jelasnya.

Manfaatkan Teknologi AI Dalam Urai Kemacetan

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengungkapkan, Pemprov DKI Jakarta tengah mengembangkan Intelligent Traffic Control System (ITCS) berbasis kecerdasan buatan (AI). Sistem ini sudah dipasang di 65 titik dari total 321 persimpangan.

"Sistem ini membuktikan mampu menurunkan waktu tunggu kendaraan hingga 15-20 persen, sekaligus menjadi basis pengawasan pajak kendaraan dan emisi," jelas Rano di Monas, Rabu (27/8).

Ia menambahkan, sistem AI ini juga terhubung dengan Mandala Quick Response yang digagas bersama Polda Metro Jaya. Melalui teknologi Geographic Information System (GIS) dan integrasi CCTV Dishub, kondisi lalu lintas dapat dipantau secara real-time.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore