
Gempa Berkekuatan 4,9 skala Richter mengguncang JAbodetabek, dan berpusat di Kabupaten Bekasi. (BNPB)
JawaPos.com - Gempa bumi dengan kekuatan M4,7 pada kedalaman 10 kilometer di sebelah tenggara Kabupaten Bekasi, Jawa Barat (Jabar) pada Rabu malam (20/8) mengagetkan masyarakat di Jakarta dan sekitarnya. Berdasar hasil analisis dari Badan Geologi, gempa bumi tersebut terjadi akibat aktivitas Sesar Baribis yang membentang dari timur sampai barat Jawa.
Kepala Badan Geologi M. Wafid menyampaikan hal itu kepada awak media. Dikutip pada Kamis pagi (20/8), Wafid menyampaikan rujukan informasi gempa dari tiga sumber sekaligus. Yakni Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), The United States Geological Survey (USGS) Amerika Serikat, dan GeoForschungsZentrum (GFZ) Jerman.
”Analisis parameter sumber gempa bumi menunjukkan bahwa gempa ini diakibatkan oleh sesar naik pada zona Sesar Baribis,” kata dia.
Wafid pun menyampaikan bahwa lokasi pusat gempa bumi berada di darat dengan morfologi wilayah terdekat didominasi oleh dataran, berombak, bergelombang, hingga pegunungan. Litologi penyusun wilayah tersebut terdiri atas batuan sedimen berumur tersier, batuan gunungapi berumur kuarter, serta endapan aluvium berumur resen.
”Batuan yang telah mengalami pelapukan dan atau sedimen permukaan berpotensi memperkuat guncangan gempa bumi,” ujarnya.
Secara umum, lanjut Wafid, kekerasan batuan permukaan dipengaruhi oleh umur dan jenis batuan. Batuan yang berumur lebih muda atau yang telah mengalami pelapukan punya kekerasan lebih rendah, demikian pula sebaliknya. Berdasarkan data tapak lokal, wilayah terdekat dengan pusat gempa bumi diklasifikasikan ke dalam kelas tanah C.
Kelas tanah C yang dia maksud adalah tanah sangat padat dan batuan lunak), kelas tanah D atau tanah sedang), dan kelas tanah E atau tanah lunak). Keberadaan kelas tanah yang lebih lunak menunjukkan bahwa potensi guncangan gempa bumi di area tersebut bisa terasa lebih intens.
”Kejadian gempa bumi ini diperkirakan tidak diikuti oleh bahaya ikutan, seperti retakan tanah, penurunan lahan, likuefaksi dan longsoran. Oleh karena itu, masyarakat tidak perlu khawatir,” jelasnya.

Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs Uzbekistan: Ruben Dias Siap Hadapi Tim Bertahan
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Duel Hidup dan Mati Siapa Lolos dari Grup J
Penampakan Wajah Wanita yang Menipu Tantri Kotak dkk dengan Kerugian Mencapai Rp 10 Miliar
Viral! Pengakuan BEM FH UBK Usai Temui Gibran, Ngaku Terima Uang hingga Minta Maaf ke Mahasiswa
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Kolombia vs RD Kongo di Piala Dunia 2026: Daniel Munoz Motor Serangan Los Cafeteros
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
Prediksi Skor Panama vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Luka Modric Berburu Poin Pertama
