Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 21 Agustus 2025 | 14.04 WIB

Bekasi Diguncang 7 Kali Gempa dalam Semalam, Satu Mushola Roboh

Petugas BPBD Kabupaten Bekasi mendatangi Mushola di Desa Sukabungah Kecamatan Bojongmangu yang roboh dan mengalami rusak berat akibat gempat yang terjadi pada Rabun(20/8). (Humas kabupaten Bekasi) - Image

Petugas BPBD Kabupaten Bekasi mendatangi Mushola di Desa Sukabungah Kecamatan Bojongmangu yang roboh dan mengalami rusak berat akibat gempat yang terjadi pada Rabun(20/8). (Humas kabupaten Bekasi)

JawaPos.com - Gempa bumi berkekuatan Magnitudo (M) 4,9 yang kemudian dimutakhirkan menjadi M 4,7 mengguncang Kabupaten Bekasi pada Rabu (20/8) malam. Getaran terasa hampir di seluruh wilayah, membuat warga panik dan berhamburan keluar rumah.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat, pusat gempa berada sekitar 16 km di tenggara Kabupaten Bekasi. Getaran terasa cukup kuat, namun tidak menimbulkan korban jiwa.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi Dodi Supriadi menyebut ada satu fasilitas ibadah yang terdampak cukup parah. Mushola di Desa Sukabungah, Kecamatan Bojongmangu roboh usai di terpa gempa.

"Tidak ada korban jiwa akibat gempa di wilayah Kabupaten Bekasi, namun kami mencatat ada satu sarana ibadah (Mushola) di Desa Sukabungah Kecamatan Bojongmangu roboh dan mengalami rusak berat," ujar Dodi dalam keterangannya. 

Ia meminta masyarakat tetap tenang, tidak panik, dan selalu mengandalkan informasi resmi.

"Kami mengingatkan masyarakat untuk tetap tenang dan waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. Jangan mudah percaya pada informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan," katanya.

Selain itu, warga diminta memeriksa kondisi bangunan di sekitar rumah. Jika ada retakan, segera menjauh demi menghindari potensi bahaya.

"Hindari penggunaan api terbuka (lilin, kompor, korek api) apabila berada di dalam bangunan yang mungkin mengalami kerusakan pada instalasi gas," ungkapnya.

Sementara masyarakat di pesisir maupun bantaran sungai diminta tetap waspada terhadap potensi bahaya sekunder, meski hingga kini tidak ada ancaman tsunami.

"Kesiapsiagaan masyarakat sangat penting dalam mengurangi risiko bencana. Mari bersama-sama menjaga keselamatan dengan tetap tenang, waspada, dan saling membantu satu sama lain," pesannya.

Tujuh Kali Aktivitas Gempa dalam Semalam

Balai Besar MKG Wilayah II mencatat, gempa di Bekasi bukan hanya terjadi sekali. Dalam rentang waktu beberapa jam, tercatat ada tujuh kali aktivitas gempa bumi.


Berikut rinciannya:

  1. Magnitudo 4,7 – pukul 19.54 WIB (19 km tenggara Bekasi, kedalaman 10 km)
  2. Magnitudo 2,0 – pukul 21.04 WIB (6 km barat daya Bekasi, kedalaman 3 km)
  3. Magnitudo 2,4 – pukul 21.47 WIB (16 km tenggara Bekasi, kedalaman 4 km)
  4. Magnitudo 2,2 – pukul 22.00 WIB (17 km tenggara Bekasi, kedalaman 4 km)
  5. Magnitudo 3,9 – pukul 22.39 WIB (15 km tenggara Bekasi, kedalaman 3 km)
  6. Magnitudo 2,8 – pukul 22.56 WIB (13 km tenggara Bekasi, kedalaman 5 km)
  7. Magnitudo 1,8 – pukul 23.15 WIB (8 km tenggara Bekasi, kedalaman 2 km)
Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore