
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. (Humas Pemprov DKI Jakarta)
JawaPos.com - Pasca kasus oplosan diungkapkan Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polri, beras produksi PT Food Station Tjipinang Jaya sempat tidak ditemukan di supermarket Jakarta. Hal itu karena beras premium itu ditarik dari peredaran. Namun begitu, kini beberapa supermarket sudah mulai mengisi stok beras premium, meski merk lain.
Atas kondisi itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menuturkan, Pemprov DKI memastikan stok beras di Jakarta tetap aman meskipun PT Food Station Tjipinang Jaya tengah menjadi sorotan akibat kasus dugaan beras oplosan. Dia juga menegaskan bahwa operasional perusahaan tetap berjalan agar tidak mengganggu pasokan beras untuk warga Jakarta.
“Saya bersyukur, bagaimanapun Food Station ini penyedia beras untuk Jakarta. Dan kemarin, kami meminta untuk alatnya itu tidak jadi barang bukti,” terangnya. Jika dijadikan barang bukti, maka alat itu tidak bisa dioperasikan untuk memenuhi kebutuhan warga Jakarta.
Pramono juga menyebutkan, warga Jakarta tidak perlu khawatir dengan produksi Food Station yang beredar saat ini. Sebab, produk beras yang sebelumnya bermasalah telah ditarik dari peredaran.
Dengan polemik itu, Pram juga menyampaikan komitmennya untuk melakukan evaluasi terhadap jajaran direksi PT Food Station dan membuka peluang masuknya direksi baru demi mendorong profesionalisme di tubuh perusahaan daerah tersebut.
“Kami akan tetap meminta kepada direksi yang ada untuk profesional membuka. Direksi yang baru juga, kan sudah kami buka (pendaftaran, Red) untuk direksi yang baru,” jelasnya. Dengan begitu, lanjutnya, direksi Food Station yang bertugas, semuanya profesional.
Saat ditanyakan stok beras Jakarta saat ini, Pramono menanggapi bahwa tidak ada gangguan pada distribusi dampak kasus itu. “Stok beras aman. Enggak, stoknya aman,” ujarnya singkat.
Sebagai informasi, PT Food Station Tjipinang Jaya menjadi perhatian publik usai Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polri menetapkan tiga tersangka dalam kasus dugaan beras oplosan, pada 1 Agustus 2025. Ketiga tersangka tersebut adalah Direktur Utama FS, Gunarso; Direktur Operasional, Ronny Lisapaldy; serta Kepala Seksi Quality Control berinisial RP.
Ketiganya diduga memperdagangkan beras yang tidak sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) 6128:2020 dan melanggar sejumlah ketentuan terkait mutu pangan.(rya/)

5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
11 Tempat Berburu Sarapan Bubur Ayam Paling Enak di Bandung, Layak Masuk Daftar Wisata Kuliner!
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Kuliner Nasi Goreng Paling Enak di Bandung, Tiap Hari Pelanggan Rela Antre Demi Menikmati Kelezatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
