Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 7 Agustus 2025 | 01.39 WIB

Pedagang Pasar Barito Belum Pindah, Integrasi Tiga Taman Masih Terjadwal 8 Agustus 2025

Wali Kota Jakarta Selatan M. Anwar. (Masria Pane/ Jawa Pos) - Image

Wali Kota Jakarta Selatan M. Anwar. (Masria Pane/ Jawa Pos)

JawaPos.com – Rencana Gubernur DKI Pramono Anung untuk mengintegrasikan tiga taman di Jakarta akan segera terealisasi. Peletakan batu pertama integrasi Taman Ayodia, Langsat, dan Leuser itu direncanakan berlangsung pada 8 Agustus 2025. Namun, pedagang Pasar Barito masih enggan pindah dari pasar yang berada dekat Taman Leuser tersebut.

Terkait hal itu, Wali Kota Jakarta Selatan M. Anwar menuturkan, proses relokasi itu sudah disosialisasikan sejak jauh-jauh hari. Bahkan, dari 100 dari 118 pedagang telah menandatangani surat pernyataan bersedia pindah per 3 Agustus 2025 lalu.

''Kami tidak melakukan penertiban, tapi menyiapkan kendaraan untuk membantu pindah ke 11 pasar milik PD Pasar Jaya di Jakarta Selatan. Silakan pilih sendiri mau pasar yang mana, ini kan sifatnya sementara,'' jelasnya kepada Jawa Pos, kemarin (6/8).

Anwar mengakui, relokasi pedagang di kawasan Lenteng Agung itu baru akan siap enam bulan lagi. Mereka membutuhkan waktu untuk membangun tempat relokasi di lahan seluas 7.700 meter persegi itu. Selain tempat relokasi, kawasan Lenteng Agung itu juga nantinya juga akan dilengkapi dengan kantor Satpol PP dan Pos Pemadam Kebakaran. Pembangunan dilakukan menggunakan dana Corporate Social Responsibility (CSR) bukan dari APBD.

''Saya minta waktu enam bulan (tempat relokasi jadi). Tiga bulan jadi, silahkan masuk yang Lenteng Agung,'' imbuhnya. Semuanya, lanjutnya, pasti akan mendapatkan tempat relokasi asalkan terverifikasi memiliki KTP DKI. 

Lebih lanjut, dia menyebutkan, integrasi tiga taman itu akan disebut dengan nama Taman Bendera Pusaka. ''Ini program inti dari Pak gubernur, bahkan bisa disebut program nasional. Taman ini akan menjadi simbol City ASEAN di wilayah selatan Jakarta,'' katanya.

Terkait pedagang yang belum bersedia direlokasi, Anwar menekankan pentingnya dialog dan edukasi. Namun, dia menyebutkan, ada pihak-pihak yang memprovokasi sehingga pedagang yang awalnya mau pindah, menjadi menolak.

''Kami juga tidak ingin ada konflik. Ini aset milik UMKM, kita harus kembalikan dengan cara tertib,'' ujarnya.

Dengan kondisi pedagang yang belum direlokasi, Anwar belum bisa memastikan berjalan tidaknya peletakan batu pertama itu pada 8 Agustus 2025. Sebab, penetapan jadwal berada di Pemprov DKI. Dia hanya memiliki kewenangan wilayah, yakni memberi pemahaman kepada pedagang bahwa gubernur tidak akan menyengsarakan warganya. 

''Saya belum tau (jadi tidaknya tanggal 8 Agustus, Red). Saya itu hanya kewenangan wilayah,'' imbuhnya.

Sementara itu, Gubernur DKI Pramono Anung sudah menyebutkan, sudah memerintahkan Wali Kota Jakarta Selatan untuk mendukung rencana integrasi tiga taman itu. Sebab, tiga taman itu nantinya akan menjadi ruang interaksi baru yang nyaman di Jakarta Selatan.

''Kebetulan ada wali kota Jakarta Selatan, saya sudah bilang ini dibuka tanggal 8 (Agustus, Red), awas loh,'' ujarnya.(rya/)

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore