
Ketua Dewan Pengawas PAM Jaya Prasetyo Edi Marsudi.
JawaPos.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung akhirnya buka suara soal perombakan komisaris di BUMD Jakarta. Salah satunya adalah mantan Juru Bicara Anies Baswedan, Sahrin Hamid, yang kini resmi menjabat sebagai Komisaris PT Jakarta Propertindo (Jakpro).
Pramono tidak menampik bahwa Sahrin adalah orang dekat Anies. Namun menurutnya, penunjukan tersebut tidak lepas dari pertimbangan kapasitas dan kredibilitas pribadi Sahrin.
"Saya di dalam mengangkat siapapun untuk menjadi komisaris salah satu pendekatan pertama tentunya saya harus mengenal yang bersangkutan, kedua adalah kredibilitas," ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Selasa (5/8).
Tak hanya Sahrin, mantan Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi, juga ditunjuk menjadi Ketua Dewan Pengawas PAM Jaya. Menurut Pramono, rekam jejak Prasetyo selama dua periode menjabat sebagai Ketua DPRD menjadi alasan kuat penunjukan tersebut.
"Pak Prasetyo diangkat sebagai Ketua Dewas Pengawas PAM karena memang selama ini beliau ini kan sudah dua periode menjadi Ketua DPRD dan tentunya tahu urusan PAM dan saya membutuhkan itu," kata Pramono.
Pramono mengklaim semua nama yang diangkat menjadi komisaris adalah sosok-sosok yang menurutnya memiliki kemampuan dan pengalaman yang cukup.
"Jadi hampir semua yang saya angkat adalah orang-orang, walaupun tentunya saya harus mengenal yang bersangkutan, adalah orang-orang yang mempunyai kapasitas untuk itu," ungkapnya.
Diketahui, baik Sahrin maupun Prasetyo merupakan tokoh kunci di balik kemenangan Pramono Anung dan Rano Karno di Pilkada Jakarta 2024.
Sahrin yang dikenal sebagai penyambung lidah Anies dan aktif mendampingi Pramono-Rano selama kampanye dan menyuarakan dukungan ke akar rumput.
Sementara itu, Prasetyo Edi merupakan Ketua Harian Tim Pemenangan Pramono-Rano saat masa kampanye lalu.
Ketua Harian Tim Pemenangan Pramono Anung-Rano Karno, Prasetyo Edi Marsudi, diangkat menjadi Ketua Dewan Pengawas Perumda PAM Jaya pada Selasa (5/8).
Pria yang akrab disapa Om P itu mengaku tak mau sekadar duduk di kursi pengawas. Ia menegaskan akan langsung turun tangan memastikan target 100 persen cakupan layanan air minum di Jakarta tercapai pada 2030.
"Semuanya agar pemerintah dapat memberikan pelayanan maksimal dan optimal. Memastikan air bersih untuk seluruh warga Jakarta. Menyediakan akses air bersih yang merata, terjangkau, dan berkelanjutan," ujarnya, Selasa (5/8).
Mantan Ketua DPRD DKI Jakarta dua periode itu juga menegaskan komitmennya terhadap prinsip Good Corporate Governance (GCG). GCG yang dimaksud mencakup prinsip transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, independensi, dan kewajaran.
"Saya akan memberikan pendampingan dan masukan agar seluruh aktivitas bisnis PAM Jaya berlangsung secara transparan dan akuntabel," kata Pras.

Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs RD Kongo: Vitinha Incar Gol Pertamanya
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Daftar Pemain Ghana dan Panama di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Debut Bersejarah Wakil Asia Terancam di Laga Pertama
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Prediksi Skor Timnas Portugal vs RD Kongo, Duel Pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang Sarat Ambisi
Foto Prabowo-Gibran Dipasang di Salib Merah saat Demo di Monas, PMKRI: Simbol Dua Pendosa
