Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 31 Juli 2025 | 05.21 WIB

Berkunjung Ke Jawa Pos, Dharma Jaya Sampaikan Transformasi Penguatan Pangan Hewani

Perumda Dharma Jaya siapkan 1.241 ekor sapi kurban dari berbagai ukuran. (Istimewa) - Image

Perumda Dharma Jaya siapkan 1.241 ekor sapi kurban dari berbagai ukuran. (Istimewa)

JawaPos.com - Perumda Dharma Jaya terus bertransformasi untuk penguatan pangan protein hewani di Jakarta. Bahkan, salah satu BUMD pangan yang mengatur terkait pangan di Jakarta itu ingin berkontribusi dalam mewujudkan visi Gubernur DKI Pramono Anung untuk masuk top 50 kota global yang berkelanjutan.

“Oleh karena itu, meski kami masih BUMD, secara perlahan kami mau menjadi perusahaan profesional,” ujar Direktur Utama Perumda Dharma Jaya Raditya Endra Budiman saat kunjungannya ke Kantor Jawa Pos di Lantai 10 Graha Pena, Jakarta Selatan, Rabu (30/7).

Dia menyebutkan, ada beberapa strategi yang disusun untuk mendukung ketahanan pangan serta mendorong perekonomian berkelanjutan di Indonesia dan global. Pertama, penguatan cold chain untuk memastikan stok pangan hewani aman. Rencananya, mereka bersama investor akan membangun cold storage 5.000 ton di Cakung.

“Saat ini yang kami miliki itu cold storage 850 ton, yang sedang revitalisasi menjadi 1300 ton,” terangnya.

Selain itu, mereka juga akan memperkuat supply chain dengan empat strategi. Perinciannya, penambahan saluran distribusi (hub channel), pembangunan swalayan protein pada 2028, pembangunan Pasar Daging, hingga pembangunan Resto dan Cafe.

“Kami ingin bisnis dari hulu ke hilir, selain memastikan stok pangan hewani aman dan harganya terjangkau,” imbuhnya.

Strategi selanjutnya adalah peternakan sapi perah dan potong. Dalam tahun ini, mereka mendapat kuota impor 5.000 ekor sapi potong BX dari Australia (2025) dan impor 20 ekor sapi perah kerjasama Kementan. Tahun 2026, mereka juga akan mendapat kuota impor 500 ekor sapi dan masih terbuka untuk ditingkatkan jumlahnya.

Memang, peningkatan kuota itu sangat mempengaruhi kontribusi Dharma Jaya dalam pemenuhan kebutuhan daging di Jakarta. Dia mencontohkan, kebutuhan daging sapi di Jakarta yang mencapai 73.100 ton per tahun.

Dari jumlah itu, mereka hanya berkontribusi sekitar 5 persen. Dengan strategi itu, Dharma Jaya akan terus berusaha meningkatkan kontribusi di market Jakarta.

Sementara untuk strategi selanjutnya, yakni pengembangan produk bernilai tambah daging melalui industri pengolahan sosis dan bakso. Terakhir, pengembangan berkelanjutan, yang salah satunya rencana pembangunan Instalasi solar panel di atap kandang.

“Dengan strategi ini, kami juga berharap bisa berkontribusi terhadap penurunan emisi di Jakarta,” imbuhnya.

Masih dalam kunjungan yang sama, Direktur Bisnis Dharma Jaya Irwan Nusyirwan menuturkan, Dharma Jaya akan mempermudah akses masyarakat mendapatkan daging dengan harga terjangkau.

Selain membuka banyak saluran distribusi, mereka juga akan memperbanyak vending machine produk protein hewani. “Saat ini, vending machine baru ada di MRT Lebak Bulus, nanti akan kami perbanyak, jadi warga lebih mudah mengaksesnya,” terangnya.

Tidak hanya memudahkan akses daging masyarakat di wilayah Jakarta, Dharma Jaya juga disebutkannya ingin berperan di daerah lain.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore