Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 24 Juli 2025 | 13.13 WIB

Gubernur Pramono Ungkap Fakta Soal Kasus Beras Oplosan: Tidak Boleh Ditutup-Tutupi!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. (Humas Pemprov DKI Jakarta) - Image

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. (Humas Pemprov DKI Jakarta)

JawaPos.com – Kasus beras oplosan yang menyeret Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jakarta PT Food Station Tjipinang Jaya terus bergulir. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung akhirnya angkat bicara.

Pramono mengaku bahwa dirinya telah berkomunikasi langsung dengan Menteri Pertanian Amran Sulaiman saat masih berada di Amerika Serikat.

“Sebelum saya sampai di Jakarta saya berkomunikasi dengan Menteri Pertanian. Apapun yang menjadi arahan dan sekaligus temuan, maka saya bilang tidak boleh ditutup-tutupi,” tegas Pramono di Balai Kota, Rabu, (23/7).

Pramono mengaku pembicaraan itu terjadi pekan lalu ketika ia sedang menjalankan kunjungan kerja di New York. Ia menyerahkan sepenuhnya proses hukum dan investigasi kepada Kementerian Pertanian dan aparat penegak hukum.

Gubernur Pramono juga menegaskan bahwa siapa pun yang terbukti terlibat dalam skandal beras oplosan, termasuk pejabat di internal Food Station, harus bertanggung jawab. Namun, ia tetap membuka ruang klarifikasi bagi pihak terkait.

“Saya juga kemudian menyampaikan, ‘kalau kalian  semua (Food Station) tidak melakukan seperti apa yang dipikirkan, ya harus disampaikan apa adanya',” ucap Pramono.

Ia menilai pentingnya peran Food Station dalam menjaga kestabilan harga pangan di Jakarta, termasuk dalam menekan angka inflasi.

“Karena memang Food Station Tjipinang ini kan salah satu yang kemudian menjaga harga di Jakarta dan juga untuk supaya inflasi tidak terjadi naik tinggi, maka mereka mempunyai kontribusi yang signifikan untuk itu,” imbuhnya.

Sebelumnya, Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementan, Moch Arief Cahyono, membeberkan hasil uji laboratorium yang memperkuat dugaan kecurangan perusahaan plat merah di Jakarta itu. 

Menurut Arief, sampel beras dari Food Station yang dijual di pasaran seperti merek Alfamidi Setra Pulen dan Beras Premium Setra Ramos, telah diuji di lima laboratorium independen. Hasilnya, produk-produk tersebut tidak memenuhi standar mutu sebagai beras premium dan bahkan dijual melebihi harga eceran tertinggi (HET).

“Jika pihak Food Station membutuhkan salinan data hasil laboratorium, silakan menghubungi Satgas Pangan Mabes Polri. Mereka telah memiliki seluruh hasil pengujian dan sedang mendalami temuan ini,” kata Arief.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore