Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 24 Juli 2025 | 10.40 WIB

Viral dan Diserbu Ribuan Warga Tiap Hari, Murugan Temple Jakarta Ditutup Sementara, Pengelola: Kami Kewalahan

Murugan Temple ditutup sementara untuk umum setelah viral dan ramai dikunjungi masyarakat. (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com) - Image

Murugan Temple ditutup sementara untuk umum setelah viral dan ramai dikunjungi masyarakat. (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)

JawaPos.com – Murugan Temple, kuil megah bernuansa Hindu-India yang sempat viral di media sosial karena keindahannya, kini ditutup sementara operasionalnya untuk umum. Keputusan ini diambil setelah ribuan warga berbondong-bondong memadati tempat ibadah tersebut demi berswafoto dan menikmati arsitekturnya yang ikonik.

Kuil yang berlokasi di Jalan Bedugul RT 6 RW 17, Kelurahan Kalideres, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat itu memiliki tinggi 45 meter dan baru diresmikan Februari 2025 lalu. Usai diresmikan, kuil itu langsung menjadi magnet wisata baru di Ibu Kota.

Dalam video viral, pengunjung rela berdesak-desakan hanya untuk naik ke rooftop dan mengabadikan momen di lokasi yang disebut-sebut sebagai "potongan India di Jakarta".

Namun, pada Rabu (23/7), suasana itu tak lagi terlihat. Hanya terdapat petugas keamanan yang berjaga di depan kuil. Spanduk besar berisi pemberitahuan penutupan sementara pun terpasang.

"Kami selaku pengurus Yayasan Shri Sananthana Dharma Aalayam, dengan ini menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada seluruh pengunjung umum," bunyi spanduk tersebut.

"Berhubung dengan adanya acara ibada dan pekerjaan konstruksi lift, demi kenyamanan dan keamanan bersama, dengan ini Jakarta Murugan Temple Ditutup," lanjutnya.

Walau kuil ditutup untuk umum, kegiatan ibadah bagi umat Hindu dan Buddha tetap berlangsung seperti biasa. Umat yang ingin beribadah tetap bisa melaksanakan ritual seperti biasa, dengan jadwal pagi pukul 06.30–12.30 WIB dan sore pukul 16.00–20.00 WIB.

"Pelaksanaan ibadah Jakarta Murugan Temple tetap dibuka seperti biasa," tulis spanduk lainnya.

Viral tapi Kewalahan: Kami Nggak Nyangka Bisa sampai 1.100 Orang Sehari

Ketua Umum Yayasan Shri Sanathana Dharma Aalayam, Selwendren, mengaku terharu dengan antusiasme tinggi masyarakat. Namun pihaknya tidak menyangka lonjakan kunjungan akan sedahsyat itu.

“Dengan pertama kami didatangin oleh 100-200 pengunjung, kami masih bisa nanganin. Begitu terakhir naik 400-500 dan hari terakhir sampai 1.100 (pengunjung),” ujar Selwendren saat ditemui di lokasi, Rabu (23/7).

Ia menjelaskan, waktu kunjungan yang terbatas dari pukul 12.30 WIB hingga 16.00 WIB membuat pengelola tak sanggup mengatur ribuan orang yang datang sekaligus. Pasalnya, diluar waktu itu, kuil akan digunakan khusus untuk beribadah.

“Jadi dengan waktu yang sempit itu kami nggak bisa mengendalikan sekian banyak orang, karena di luar jam itu kami harus melakukan ibadah di dalam,” imbuhnya.

Bukan hanya soal jumlah, antrean panjang yang membuat warga harus berjemur hingga ke gerbang kuil membuat Selwendren merasa tak tega. Untuk itu, pihaknya akan menyusun kembali sistem kunjungan pengunjung. 

“Makanya kami tutup sementara, kami benahin dulu sistemnya,” ujarnya.

Bakal Ada Pendaftaran Online, Maksimal 200 Pengunjung per Hari

Untuk mengatasi lonjakan massa, pihak pengelola berencana menerapkan sistem pendaftaran daring dan pembatasan kunjungan. 

Editor: Estu Suryowati
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore