
Penutupan akses jalan oleh warga menuju SMA Negeri 6 dan SMP Negeri 17 Kota Tangerang Selatan, Senin (14/7). (@Wargatangsel)
JawaPos.com – Akses jalan menuju empat sekolah negeri di Tangerang Selatan sempat diblokir warga, membuat aktivitas belajar mengajar terganggu. Siswa dan guru terpaksa harus berjalan kaki cukup jauh untuk sampai ke sekolah mereka.
Empat sekolah yang terdampak pemblokiran itu antara lain SMA Negeri 3 Pondok Benda, SMA Negeri 6 Pamulang, SMA Negeri 8 Ciputat Timur, dan SMA Negeri 10 Ciputat. Namun pemblokiran tersebut mulai dibuka hari ini, Senin (14/7) sore.
Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten wilayah Kota Tangerang dan Tangerang Selatan Teguh Setiawan memastikan akses sekolah yang diblokir mulai normal kembali.
"Yang SMAN 8 sudah dibuka. Sekarang untuk SMA 6 dan SMA 3. Yang (SMAN) 10 sudah," ujar Teguh, Senin (14/7).
Menurut Teguh, pembukaan akses dilakukan berdasarkan kesepakatan bersama dengan warga. Ia menegaskan, aksi pemblokiran jalan umum oleh masyarakat merupakan pelanggaran hukum.
"Jadi masyarakat sudah bisa memahami kondisi dan situasinya. Karena itu adalah jalan umum. Apabila itu tetap dipertahankan, sudah melanggar ketertiban umum dan tentunya ada pidananya," ungkapnya.
Lantas, apa alasan warga sampai nekat blokir akses sekolah? Teguh menyebut adanya salah paham terkait petunjuk teknis Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Banten 2025, terutama pada jalur domisili.
"Sesuai dengan aturan bahwa untuk domisili itu tetap pada nilai rapot. Jadi tidak ada dengan istilah titip menitip. Setelah nilai rapot baru ke domisili terdekat. Apabila jaraknya sama, lihat usianya," terangnya.
Ia menegaskan, Gubernur Banten Andra Soni telah menegaskan praktik "titip menitip" siswa tak boleh lagi terjadi di sistem penerimaan siswa tahun ini.
"Kita komitmen sesuai dengan arahan Pak Gubernur. Bahwa SPMB kita harus clean and clear. Jadi tidak ada titik menitip. Jadi kita harus sesuai dengan sistem," tegas Teguh.
Sebagai solusi bagi warga yang anaknya tidak diterima di sekolah negeri, Dindikbud menawarkan opsi sekolah swasta gratis yang sudah tersedia di wilayah Tangsel.
"Jadi Pak Gubernur sesuai dengan programnya, bagi anak-anak didik atau orang tua yang tidak bisa diterima di negeri, bisa ke sekolah gratis. Di Tangsel ada yang ikut sekolah gratis. Untuk SMA kurang lebih ada 17 sekolah," terangnya.

Prediksi Skor Pantai Gading vs Norwegia di Piala Dunia 2026: Misi Erling Haaland Pulangkan Wakil Afrika
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: The Stars and Stripes Tak Ingin Malu!
Prediksi Skor Belgia vs Senegal di Piala Dunia 2026: Setan Merah Emoh Angkat Koper Lebih Dulu!
Prediksi Skor Meksiko vs Ekuador di 32 Besar Piala Dunia 2026: Panggung Pembuktian Tuan Rumah!
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Prediksi Susunan Pemain Timnas Norwegia vs Pantai Gading di 32 Besar Piala Dunia 2026: Sudah Lakukan Rotasi, Martin Odegaard Siap Menan
Prediksi Skor Inggris vs RD Kongo di Piala Dunia 2026: Harry Kane Cs Diprediksi Menang, Tapi Laga Berjalan Alot
Prediksi Skor Meksiko vs Ekuador di Piala Dunia 2026: El Tri Difavoritkan Lolos ke 16 Besar!
Silaturahmi dengan Suporter PSIS, Malut United Pastikan Tak Pakai Nama Semarang dan Siap Mengalah soal Stadion
Prediksi Susunan Pemain Timnas Prancis vs Swedia di 32 Besar Piala Dunia 2026: Adrien Rabiot Waspadai Lini Serang Lawan
