Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 15 Juli 2025 | 02.37 WIB

Satpam Klaster Keplak Helm Ojol, Rombongan Driver Langsung Geruduk Perumahan, Netizen: Sentuh Satu, Datang Seribu

Viral satpam perumahan di Bekasi digeruduk driver ojol. (Instagram/warungjurnalis). - Image

Viral satpam perumahan di Bekasi digeruduk driver ojol. (Instagram/warungjurnalis).

JawaPos.com - Bekasi kembali panas. Kali ini bukan soal kemacetan atau banjir, tapi karena satu aksi keplak helm yang bikin dunia ojol bergejolak. 

Sebuah video memperlihatkan ketegangan antara seorang pengemudi ojek online dan petugas keamanan perumahan viral di media sosial dan memantik gelombang solidaritas dari para sesama driver.

Dalam video yang tersebar luas, pengemudi ojol bernama Aprinaldi (27) terlibat adu mulut dengan seorang satpam di pintu masuk klaster perumahan elit di Kota Bekasi, Minggu (13/7). 

Keributan bermula saat Aprinaldi diminta menunjukkan KTP sebagai syarat masuk. Bukannya mulus, situasi malah memanas karena sang ojol merasa dipersulit.

“Katanya kalau takut KTP ilang, tinggalin aja fotokopinya,” kata suara petugas keamanan dalam video.

Namun, tak berhenti di situ. Aprinaldi mengaku sebelumnya sempat ditantang ribut oleh satpam lain. Tak lama, datanglah si satpam 'penantang', yang tanpa banyak basa-basi langsung menepuk keras helm sang ojol, aksi yang bikin suasana makin meledak.

Layaknya sinyal darurat, insiden itu langsung menyebar cepat di grup-grup WhatsApp komunitas driver. Tak butuh waktu lama, video lanjutan menunjukkan puluhan driver ojol memadati gerbang perumahan tersebut. 

Diduga, mereka datang sebagai bentuk solidaritas atas perlakuan yang diterima Aprinaldi.

Netizen pun ramai memberikan komentar, mulai dari dukungan hingga kritikan pedas.

“Sentuh satu, datang semua. Ojol itu solidaritasnya tinggi bro!” tulis netizen menanggapi video viral tersebut.

Tak sedikit yang menanggapi dengan menyayangkan tindakan si satpam. Meski prosedurnya sudah sesuai, meminta identitas diri untuk masuk perumahan, caranya tetap dinilai salah dan tak seharusnya pakai kekerasan.

“Satpamnya merasa super power ya? Udah bukan zamannya main tangan,” timpal netizen lainnya.

Fenomena seperti ini bukan kali pertama. Sebelumnya, beberapa kasus serupa pernah terjadi, di mana tindakan tidak menyenangkan terhadap satu driver langsung memicu kedatangan massal rekan-rekannya. 

Dari kasus ojol diintimidasi debt collector, hingga konflik di restoran, solidaritas para pengemudi ini selalu jadi sorotan.

Meski hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari pihak manajemen perumahan, publik sudah kadung geram. Banyak yang mendesak agar kejadian ini tak dianggap sepele, mengingat aksi kekerasan sekecil apapun bisa memicu kericuhan yang lebih besar.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore