
SEMANGAT BELAJAR: Sejumlah anak putus sekolah belajar agama dan matematika di Yayasan Griya Sahabat Yatim di Jalan Tanah Merah, Kamis (10/3). (Allex Qomarulla/Jawa Pos)
JawaPos.com - Anak-anak putus sekolah di kawasan padat penduduk Jakarta Utara seperti Koja, Cilincing, dan Tanjung Priok kini punya kesempatan melanjutkan pendidikan lewat sekolah alternatif.
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo resmi membuka Rumah Belajar ‘Pelindo Prestasi’, yang menjadi ruang belajar non-formal bagi mereka yang terhambat mengakses pendidikan formal.
Direktur SDM dan Umum Pelindo, Dwi Fatan Lilyana, menjelaskan pendirian Rumah Belajar ini adalah bentuk kepedulian sosial perusahaan untuk menjangkau anak-anak rentan putus sekolah.
“Kami ingin memastikan tidak ada anak yang kehilangan kesempatan belajar hanya karena hambatan struktural atau keterbatasan ekonomi,” ujar Lilyana di Jakarta, Sabtu (12/7).
Rumah Belajar ‘Pelindo Prestasi’ ini menjadi bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pelindo, dengan fokus utama di bidang pendidikan. Sebagai BUMN kepelabuhanan, Pelindo menilai penting menciptakan lingkungan sosial yang sehat, produktif, dan berdaya saing, termasuk lewat investasi pada pendidikan masyarakat sekitar pelabuhan.
Rumah belajar tersebut dirancang sebagai tempat yang aman dan ramah anak, agar mereka tetap bisa belajar secara informal dan mengejar cita-cita. Kurikulumnya pun disesuaikan dengan kebutuhan lokal serta karakter anak.
Program ini menyasar anak-anak usia SD dan SMP yang berhenti sekolah karena masalah biaya, tekanan sosial, maupun kendala administratif. Harapannya, anak jalanan dan mereka yang putus sekolah di sekitar Pelabuhan Tanjung Priok bisa kembali belajar dan memperbaiki masa depannya.
Untuk menjaga kualitas pengajaran, Pelindo juga mengadakan Pelindo Prestasi Teaching Workshop bagi para tutor dan relawan. Mereka dibekali teknik mengajar kreatif, prinsip pedagogi anak dan remaja, hingga cara menyusun modul pembelajaran yang sederhana tapi relevan.
“Pendidikan non-formal tidak boleh asal-asalan. Tutor juga perlu dibekali agar bisa membangun hubungan belajar yang hangat, empatik, dan bermutu,” tambah Lilyana.
Saat ini, Rumah Belajar ‘Pelindo Prestasi’ sudah menampung sekitar dua puluh anak didik dengan pendampingan pengajar tetap dan relawan. Ke depan, Pelindo berencana mengembangkan model ini ke titik-titik lain di sekitar wilayah operasionalnya, terutama kawasan pelabuhan yang berdekatan dengan pemukiman padat.
“Ini bukan cuma soal memberi fasilitas, tapi tentang membuka kembali harapan. Bagi kami, ini investasi sosial jangka panjang. Anak-anak ini kelak yang akan menjadi penggerak perubahan di lingkungannya,” tutup Lilyana.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
