Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 8 Juli 2025 | 23.37 WIB

Jangan sampai Perjalananmu Terhambat! Begini Cara Cek Banjir Lewat Google Maps saat Cuaca Ekstrem Jabodetabek

Sejumlah pengendara melintasi banjir di jalan Kembangan Selatan, Jakarta, Senin (7/7/2025). (Hanung Hambara/Jawa Pos) - Image

Sejumlah pengendara melintasi banjir di jalan Kembangan Selatan, Jakarta, Senin (7/7/2025). (Hanung Hambara/Jawa Pos)

JawaPos.com - Beberapa hari terakhir, cuaca di wilayah Jabodetabek lagi nggak karuan. Hujan deras turun nyaris tanpa jeda, angin kencang ikut menyapa, dan seperti biasa, banjir pun kembali mampir. 

Dari Jakarta Barat, Timur dan Selatan dekat Bogor sampai ke wilayah Tangerang, sejumlah titik dilaporkan tergenang air dengan ketinggian bervariasi. Fenomena cuaca yang terbilang ekstrem ini diduga bagian dari anomali iklim yang bikin pola hujan jadi makin sulit diprediksi.

Nah, di tengah kondisi kayak gini, penting banget buat tahu mana jalanan yang masih aman dilintasi dan mana yang udah berubah jadi kolam. Untungnya, sekarang kita bisa mengandalkan Google Maps untuk cari informasi soal banjir, lho. 

Nggak cuma soal arah atau kondisi lalu lintas, Google Maps juga bisa kasih update soal titik-titik banjir dan peringatan krisis cuaca. Gimana caranya? Gampang banget!

Begini Cara Cek Banjir Lewat Google Maps.

1. Buka Aplikasi Google Maps 
Pastikan kamu sudah install aplikasi Google Maps di ponsel atau tablet kamu. Kalau lewat laptop juga bisa, tinggal buka lewat browser.

2. Masuk ke Menu "Explore" atau "Jelajahi"
Di bagian bawah layar, kamu akan lihat menu “Explore” (untuk versi bahasa Inggris) atau “Jelajahi” (untuk bahasa Indonesia). Klik aja.

3. Cari Ikon Peringatan Banjir (Java Floods)
Biasanya ikon ini ditandai dengan gambar gelombang air atau simbol peringatan warna merah. Kalau muncul di peta, berarti area tersebut sedang terdampak banjir.

4. Klik untuk Lihat Detailnya
Setelah menemukan ikonnya, klik untuk melihat info lebih lengkap: mulai dari lokasi tepatnya, tingkat keparahan, sampai update terbaru dari laporan pengguna.

5. Gunakan Kolom Pencarian
Kalau kamu mau cari banjir di lokasi spesifik (misalnya “banjir di Pondok Gede” atau “banjir di Kelapa Dua”), tinggal ketik di kolom pencarian. Google Maps akan menampilkan hasilnya dalam bentuk visual dan notifikasi krisis.

6. Perhatikan Simbol Khusus di Peta
Selain ikon, Google Maps biasanya juga kasih penanda khusus di peta kalau ada bencana atau peringatan cuaca ekstrem.

7. Cek Laporan dari Pengguna Lain
Ini fitur yang kadang underrated tapi penting banget. Google Maps juga menerima laporan real-time dari pengguna soal kondisi jalan, termasuk genangan air atau akses yang terhambat.

Kenapa ini Penting?

Cuaca ekstrem yang tiba-tiba seperti sekarang ini bisa berdampak besar buat aktivitas harian. Mau ke kantor, sekolah, atau sekadar belanja, tentu kita harus tahu kondisi jalanan dulu. 

Dengan bantuan Google Maps, kamu bisa lebih waspada dan menghindari lokasi yang rawan banjir. Ingat, mencegah nyasar ke genangan lebih baik daripada dorong mobil tengah jalan!

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore