
Banjir rendam Perumahan Pondok Maharta, Tangerang Selatan, Jumat (23/1). (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)
JawaPos.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Tangerang Selatan pada Jumat (23/1) dini hari kembali merendam Perumahan Pondok Maharta. Ribuan warga di sedikitnya 12 RT terdampak luapan air yang mulai masuk ke pemukiman sejak subuh.
Kondisi ini menambah daftar panjang duka warga yang harus berjibaku dengan lumpur dan air di awal tahun 2026. Mulia, salah satu warga Jalan Jati 3 mengungkapkan, air mulai merangkak naik dengan cepat sekitar pukul 04.30 WIB. Tak hanya menggenangi akses jalan, air juga masuk ke dalam hunian warga.
"Tadi sih mulai-mulai jam 04.30 WIB dah. Sudah mulai tinggi tuh masuk ke dalam rumah," ujar Mulia saat ditemui JawaPos.com di lokasi, Jumat (23/1).
Mulia mengungkapkan, ketinggian air di dalam rumahnya mencapai 30 centimeter atau sekitar sebetis orang dewasa. Sementara di jalan perumahan, ketinggian banjir mencapai sepinggang orang dewasa.
"Baru masuk rumah ya baru tadi pagi. Tadi sih sebetis. Kalau di luarnya sepinggang," tuturnya.
Meski air cukup tinggi, keluarganya masih memilih tetap bertahan di rumahnya.
"Masih bertahan di rumah. Masih mau jaga rumah dulu," tambahnya.
Penyebab banjir di Perumahan Maharta diduga kuat akibat curah hujan tinggi yang diperparah dengan kondisi infrastruktur. Warga menduga ada kebocoran pada bagian tanggul di sekitar perumahan.
"Kalau bocor di situ sih, ada yang bocor. Jadinya ke jalan airnya gitu mungkin," ungkap Mulia.
Warga berharap pemerintah lebih serius menangani masalah resapan air dan memberikan bantuan yang nyata saat musibah terjadi. "Tahun yang baru ini sih, di tahun ini semoga aja dah nggak banjir-banjir lagi. Pengennya sih gitu," harap Mulia.
Senada dengan Mulia, Evi, warga Blok F, mengeluhkan hilangnya area resapan air di wilayah hulu. Menurutnya, peninggian tembok pembatas yang selama ini dilakukan pemerintah setempat belum menjadi solusi permanen.
"Ya kalau dari hulunya itu pohon-pohonnya sudah nggak ada, sudah nggak ada yang buat apa sih. Resapan air nggak ada, ya percuma," cetus Evi.
Banjir di Pondok Maharta kali ini dikabarkan merendam hampir seluruh wilayah perumahan. Evi menyebutkan bahwa ketinggian air bervariasi, bahkan di beberapa titik mencapai paha hingga pinggang orang dewasa.
"Di sini 12 RT kena semua. Tadi saya di sini segini, sepangkal paha gitu. Kalau di seberang jembatan sana, sudah sepinggang lebih," jelas Evi.
Ironisnya, warga merasa kurang mendapat perhatian dari pemerintah daerah. Evi mengenang kejadian banjir sebelumnya di mana bantuan logistik sangat minim, sehingga warga harus mengandalkan swadaya dan solidaritas antar tetangga.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
