
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. (Ricky Prayoga/Antara)
JawaPos.com - Sejumlah titik di Provinsi Jakarta dan Provinsi Jawa Barat dilanda hujan lebat sehingga mengakibatkan banjir. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi pun menekankan apa yang harus dilakukan untuk mengatasi fenomena banjir ini.
Dedi menjelaskan, yang harus dilakukan bersama, pertama-tama yakni mengembalikan daerah hulu seperti sediakala dengan berani melakukan pembongkaran bangunan yang berada di daerah resapan air ataupun areal perkebunan.
Kedua yakni melakukan pelebaran sungai, pendalaman sungai, dan membongkar bangunan-bangunan di bantaran sungai. Selanjutnya, yakni mengembalikan alih fungsi danau-danau.
“Ketiga kegiatan ini pasti mengambil resiko. Tidak populer, dicaci maki, dibenci, dibully. Tapi pemimpin harus berani mengambil resiko itu,” kata Dedi Mulyadi seperti diunggah pada akun Instagram pribadinya, @dedimulyadi71, Senin (7/7).
Eks Bupati Purwakarta ini menekankan, ada saatnya pemimpin itu bergurat batu yang mana memiliki arti kekeh dengan pendiriannya. Ada pula saat pemimpin diharuskan bergurat air, yang mana memberikan rasa aman pada lingkungan masyarakatnya.
Demi memperbaiki ini, dia menekankan perbaikan harus dilakukan secara bersama melibatkan bupati ataupun walikota yang memimpin kabupaten dan kota di Jawa Barat.
“Untuk itu, saya minta ke Pak Wali Kota Bekasi, tidak boleh berhenti, terus melakukan perubahan-perubahan kembali fungsi-fungsi sungai untuk berfungsi. Jangan takut didemonstrasi. Bupati Bekasi, tidak boleh ragu, melakukan perubahan-perubahan sungai di perlebar,” tegas pria yang akrab disapa KDM ini.
“Kemudian Bupati Karawang, jangan ragu, melakukan perubahan-perubahan di daerah-daerah yang dianggap hilir, yang itu berpotensi banjir. Bupati Bogor, jangan ragu, melakukan langkah-langkah penanganan pelebaran sungai, kemudian juga pengerukan sungai, semua harus dilakukan,” imbuhnya.
Di sisi lain, pada November-Desember 2025 nanti, Dedi Mulyadi menekankan seluruh Provinsi Jawa Barat harus serentak melakukan reboisasi atau menanam pohon.
Sekaligus berani untuk melakukan tindakan-tindakan tegas, seperti halnya terhadap penambangan-penambangan yang berpotensi menimbulkan longsor dan merusak ekosistem.
Teruntuk penambangan yang legal dan memenuhi prosedur, akan tetap diberikan ruang selama taat kepada aturan dan tak merusak lingkungan.
“Saya ucapkan selamat, mari bekerja, selamatkan alam dan lingkungan bagi kepentingan masa depan,” tukas Dedi Mulyadi.

Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Duel Hidup dan Mati Siapa Lolos dari Grup J
Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs Uzbekistan: Ruben Dias Siap Hadapi Tim Bertahan
Viral! Pengakuan BEM FH UBK Usai Temui Gibran, Ngaku Terima Uang hingga Minta Maaf ke Mahasiswa
Penampakan Wajah Wanita yang Menipu Tantri Kotak dkk dengan Kerugian Mencapai Rp 10 Miliar
Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Laga Hidup-Mati, Siapa Bertahan dari Jurang Eliminasi?
Prediksi Skor Kolombia vs RD Kongo di Piala Dunia 2026: Daniel Munoz Motor Serangan Los Cafeteros
Prediksi Skor Panama vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Luka Modric Berburu Poin Pertama
Prediksi Skor Argentina vs Austria di Piala Dunia 2026: Menantikan Sihir Lionel Messi Hadapi Das Team
Prediksi Skor Prancis vs Irak di Piala Dunia 2026: Kylian Mbappe Siap Mengamuk Kalahkan Singa Mesopotamia
