
Direktur Utama Bank Jakarta Agus Haryoto Widodo. (Ilham Kausar/Antara)
JawaPos.com–Manajemen Bank DKI melakukan perubahan atau rebranding nama dan logo menjadi Bank Jakarta. Hal itu merupakan salah satu bentuk transformasi strategis untuk menatap masa depan dengan cara baru, cara yang lebih kuat, adaptif dan profesional.
”Ini adalah penanda transformasi strategis Bank DKI,” kata Direktur Utama Bank Jakarta Agus Haryoto Widodo seperti dilansir dari Antara.
Dia mengatakan, perubahan yang dilakukan tidak sekedar pada nama dan logo, tetapi mencerminkan arah, semangat, dan komitmen baru, yang lebih kuat kepada masyarakat Jakarta dan Indonesia. Rebranding nama dan logo ini juga karena perubahan zaman, ekspektasi masyarakat yang semakin tinggi, perkembangan teknologi bergerak begitu cepat.
”Kami tidak cukup hanya bertahan. Kami harus bertransformasi dan transformasi itu dimulai dari identitas kami,” tandas Agus Haryoto Widodo.
Dia menjelaskan, rebranding ini bukan berdiri sendiri. Tapi bagian dari langkah berkelanjutan yang saat ini sedang dijalankan. Yakni transformasi digital untuk menghadirkan layanan berbasis ekosistem.
Langkah itu menurut dia, meliputi perbaikan proses bisnis untuk peningkatan produktivitas bisnis, kualitas kredit dan dana murah, penguatan manajemen resiko dan tata kelola, modernisasi infrastruktur teknologi informasi (IT) dan keamanan siber.
”Selain itu penguatan budaya kerja berbasis nilai epic, yaitu excellent, professionalism, integrity, customer focus, dan collaboration,” papar Agus Haryoto Widodo.
Semua langkah ini, menurut Agus, berujung pada satu tujuan besar. Yaitu menjadikan Bank Jakarta sebagai institusi keuangan yang tumbuh sehat, dipercaya dan berdaya saing tinggi.
”Peluncuran ini, kami selenggarakan di taman literasi, sebuah ruang publik yang mencerminkan nilai-nilai pembelajaran, keterbukaan, keberanian tumbuh dan semangat kolaborasi,” papar Agus Haryoto Widodo.
Dia menambahkan, hal itu sejalan dengan komitmen Bank Jakarta untuk membuka lembaran baru menjadi bank yang tidak hanya kuat secara finansial, tapi juga berperan dalam mencerdaskan, memberdayakan dan menginspirasi masyarakat Kota Jakarta. Pemilihan waktu peluncuran saat hari dan bertepatan dengan HUT ke-498 Jakarta juga berdasar karena denyut kota yang hidup saat masyarakat Jakarta beraktivitas.
”Kami ingin hadir bukan di menara-menara megah, tapi di tengah masyarakat, karena kami percaya perubahan besar tidak lahir dari ruang yang nyaman, tapi dari semangat yang kuat dan komitmen yang nyata,” ungkap Agus Haryoto Widodo.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
