Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 18 Juni 2025 | 13.17 WIB

Krisis Lingkungan Mengancam Jakarta dan Banten, Gubernur Dedi Mulyadi Beri Peringatan

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. (Ricky Prayoga/Antara) - Image

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. (Ricky Prayoga/Antara)

JawaPos.com–Ancaman serius tengah membayangi Jakarta dan Banten. Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi mengungkap krisis air bersih dan energi bisa melanda dua wilayah tersebut jika kerusakan lingkungan di Jabar tak segera ditangani.

“Yang harus menjadi sorotan utama adalah terjadinya degradasi lingkungan yang cukup parah di Jawa Barat yang itu dalam jangka panjang, kalau tidak diperbaiki akan menimbulkan problem bagi Banten dan Jakarta,” ujar Dedi Mulyadi usai Forum Kerja Sama Daerah Mitra Praja Utama (FKD-MPU) di Jakarta Pusat, Selasa (17/6).

Pria yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) ini mengungkap, titik kritis berada di kawasan Gunung Wayang dan Gunung Windu, Kabupaten Bandung; wilayah vital yang selama ini menjadi penyuplai utama air Waduk Jatiluhur. Waduk Jatiluhur menyuplai 70 persen kebutuhan air DKI Jakarta. Namun, kini ekosistem di hulu terancam rusak parah.

“Sumber air bersihnya itu kan berasal dari Gunung Wayang dan Gunung Windu di Kabupaten Bandung yang hari ini mengalami degradasi akibat perubahan perilaku masyarakat dari mereka menjadi petani perkebunan berubah menjadi petani sayur,” jelas KDM.

Perubahan tersebut, lanjut dia, dipicu anjloknya harga teh serta kerugian di PT Perkebunan Nusantara (PTPN). Alhasil, para petani memilih meninggalkan kebun teh dan berpindah ke dataran tinggi untuk bertani sayur, yang mempercepat kerusakan lingkungan.

KDM pun memberi peringatan keras. Bila tidak segera dilakukan tindakan tegas, Jakarta bakal menghadapi bencana lingkungan.

“Kalau tidak di-recovery dengan satu, saya melakukan perubahan tata ruang hari ini. Dua melakukan reboisasi dengan biaya yang sangat besar dan mahal, tentunya akan menjadi ancaman bagi Jakarta dalam masa depan,” tegas Dedi Mulyadi.

Tak hanya krisis air, ancaman lebih luas seperti krisis energi dan ketahanan pangan juga sangat mungkin terjadi.

“Ancamannya bukan hanya krisis air bersih, krisis energi, karena kebutuhan antara tarum timur, tarum barat akan terdegradasi sehingga ketahanan pangan kita akan mengalami penurunan,” tambah Dedi.

Lebih lanjut, dia mendorong pentingnya kolaborasi konkret antara Pemprov Jabar dan DKI Jakarta, tak sekadar kerja sama administratif belaka.

“Perkembangan ekonomi di tempat lain juga harus seimbang dengan perbaikan lingkungan yang terjadi karena pertumbuhan ekonomi tersebut,” imbuh Dedi.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore