Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan Hardiyanto Kenneth melakukan sidak ke RSUD Cengkareng, Jakarta Barat, Jumat (23/5). (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)
JawaPos.com - Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di DKI Jakarta kembali jadi sorotan. Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan Kenneth, mengungkapkan kondisi memprihatinkan yang terjadi di lapangan. uruknya komunikasi dan kekurangan tenaga medis, dinilai menjadi biang kerok lambannya pelayanan terhadap masyarakat.
Hal ini terungkap usai rapat kerja Komisi C DPRD DKI Jakarta bersama Dinas Kesehatan dan jajaran direktur utama RSUD.
“Kemarin saya menemukan bahwasannya sumber daya manusianya kurang. Jadi kalau memang kurang orang, itu akan berdampak terhadap pelayanan. Terus, komunikasinya juga jelek. Jadi kita lihat calon-calon pasien menumpuk tapi tidak ada komunikasi,” ujar Kenneth di DPRD DKI Jakarta, Rabu (28/5).
Kenneth mengkritik keras lemahnya respons petugas RSUD terhadap pasien yang menunggu di IGD maupun ruang rawat. Ia menyesalkan banyaknya pasien yang hanya ditaruh di ruang tunggu tanpa informasi yang jelas.
“Masyarakat ditaruh di ruang transit untuk menunggu kamar atau menunggu ruang IGD. Dari pihak rumah sakit tidak menjelaskan ini ruang apa. Makanya kadang-kadang suka ada komplain, masyarakat merasa ditelantarkan. Coba lah untuk jujur, ngomong apa adanya. Terus masyarakat juga harus diedukasi dengan baik,” lanjutnya.
Kenneth menegaskan bahwa RSUD seharusnya tidak menjadikan masyarakat sebagai korban akibat masalah internal rumah sakit. Ia bahkan menyoroti langsung kondisi di RSUD Cengkareng.
“Kemarin di RSUD Cengkareng saya melihat dari sumber daya manusia sangat kurang. Jadi kalau memang butuh, tambah. Pokoknya penekanan saya, saya garisbawahi, masyarakat ini jangan menjadi korban karena permasalahan internal,” tegasnya.
Kenneth juga mendesak Dinas Kesehatan DKI Jakarta agar lebih aktif dalam mengevaluasi kinerja RSUD. Bahkan, ia menyarankan dilakukannya rotasi direktur utama RSUD jika terbukti tak mampu mengelola rumah sakit dengan baik.
“Nanti kalau memang begini terus kan, pasti kan kita bisa merekomendasikan, mungkin ada rotasi dan lain-lain, kan boleh. Kita rekomendasi kepada Gubernur, supaya diganti orangnya dirotasi atau apa,” imbuhnya.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
