Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 10 Februari 2025 | 22.34 WIB

Kuota Program Cek Kesehatan Gratis di Jakarta Belum Terisi Penuh, Pj Gubernur: Masih Perlu Disosialisasikan ke Masyarakat

Sejumlah pasien mulai melakukan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Puskesmas Pulogadung, Senin (10/2). (Zahdomo/JawaPos.com) - Image

Sejumlah pasien mulai melakukan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Puskesmas Pulogadung, Senin (10/2). (Zahdomo/JawaPos.com)

JawaPos.com - Pj Gubernur DKI Jakarta Teguh Setyabudi mengakui pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) masih perlu sosialisasi ke masyarakat. Pasalnya, kuota program Cek Kesehatan Gratis di Jakarta di hari pertama masih belum terisi penuh. 

Seperti yang terjadi di Puskesmas Pulogadung, Jakarta Timur, hari ini, Senin (10/2). Dari 30 kuota yang disediakan, hanya terdapat 20 warga melakukan pendaftaran. Teguh berjanji akan melakukan evaluasi itu.

"Nanti kami akan cek satu persatu di tiap-tiap puskesmas. Artinya memang kita masih juga perlu menyosialisasikan terkait program strategis cek atau pemeriksaan kesehatan gratis ini," ujar Pj Gubernur Teguh di Unit Kesehatan Masyarakat (UKM) Jati Dua, Senin (10/2). 

Teguh mengonfirmasi minimnya peserta disebabkan masih adanya masyarakat yang belum terinformasikan secara jelas. Pemprov DKI Jakarta pun akan melakukan evaluasi untuk menggencarkan sosialisasi ini ke masyarakat luas. 

"Nanti kami akan rapatkan bagaimana jajaran perangkat daerah dan khususnya perangkat wilayah bisa lebih menyebar luaskan informasi kepada masyarakat," terangnya.

Pj Gubernur Teguh mengajak masyarakat untuk segera memanfaatkan program Cek Kesehatan Gratis ini bagi masyarakat yang telah berulang tahun. Sehingga, berbagai penyakit bisa dideteksi sedini mungkin. 

"Karena kita ini bertujuan, agar ada deteksi di sini terkait masalah kanker atau penyakit. Nanti setelah itu tahu masalah pengobatannya," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati menjelaskan, pemeriksaan kesehatan gratis dibagi berdasarkan kelompok sesuai usia. Mulai dari kelompok bayi baru lahir, Balita dan Anak Prasekolah, Remaja dan Dewasa, dan Lansia. 

"Dan masing-masing kelompok memiliki pemeriksaan yang berbeda-beda. Intinya adalah semua dilakukan pemeriksaan antropometri, tinggi badan, berat badan, lingkar perut kalau untuk dewasa. Kemudian pemeriksaan gula darah, HB. Kemudian pemeriksaan gula darah, HB. Kemudian juga ada pemeriksaan kesehatan gigi, kesehatan ototnya," papar Ani. 

Ia menegaskan, jika dalam pemeriksaan terdapat resiko, akan dilakukan pemeriksaan laboratorium lanjutan. "Untuk ureum, kreatinin, untuk HIV, semua sesuai dengan yang dibutuhkan oleh pemeriksaan lanjutan dari pasien. Dan juga bisa dilakukan pemeriksaan EKG (Pemeriksaan Elektrokardiografi), apabila dibaca ada resiko," terangnya. 

Berikut jenis pemeriksaan yang dilakukan dalam Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) : 

- Bayi Baru Lahir

Jenis pemeriksaan yang akan diberikan untuk bayi baru lahir, meliputi deteksi dini hormon tiroid, G6PD (glucose-6-phosphate dehydrogenase deficiency atau defisiensi enzim G6PD), penyakit jantung bawaan, dan skrining untuk memantau pertumbuhan anak.

- Balita dan Anak Prasekolah

Jenis pemeriksaan yang akan diberikan, meliputi skrining tuberkulosis (penyakit infeksi paru), pemeriksaan pendengaran, penglihatan, dan kondisi gigi. Jika diperlukan, juga akan dilakukan pemeriksaan untuk mendeteksi thalasemia (kelainan darah) dan diabetes melitus (penyakit gula darah tinggi).

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore