
Ilustrasi sampah di TPA. Dok. JawaPos
JawaPos.com–Jakarta Utara akan menjadi percontohan nasional dalam pengelolaan sampah perkotaan di Indonesia. Hal itu sesuai dengan mandat yang diberikan Kementerian Lingkungan Hidup kepada Jakarta.
Sejumlah persiapan pun mulai dilakukan. Di antaranya dengan menggelar pertemuan dengan berbagai pemangku kepentingan agar program dapat berjalan. Pertemuan dihadiri sejumlah perwakilan organisasi. Seperti, Asosiasi Bank Sampah Indonesia (ASOBSI), Indonesian Packaging Recovery Organization (IPRO), Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia (ADUPI), BPD Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DKI Jakarta, Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), dan para pegiat maggot.
Kolaborasi ini bertujuan untuk memperkuat pendekatan pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir. Staf Ahli Menteri Bidang Kelestarian Sumber Daya Keanekaragaman Hayati dan Sosial Budaya Kementerian Lingkungan Hidup Noer Adi Wardojo meminta agar peta jalan pengelolaan sampah segera dibentuk dengan jelas. Sehingga, apa yang direncanakan dapat berjalan optimal.
”Jakarta Utara akan menjadi percontohan. Fokus kita adalah agenda yang bisa dirasakan semua pihak. KLH memberikan dorongan agar program ini berjalan dengan baik,” ujar Noer Adi Wardojo.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Asep Kuswanto menjelaskan, sejumlah program telah disiapkan untuk mendukung sistem pengelolaan sampah terintegrasi hingga ke level Rukun Warga (RW). Nanti, warga diminta aktif untuk mengelola sampah secara mandiri.
”Dengan adanya KuPiLah atau Kurangi-Pilah-Olah, setiap RW bisa memiliki sistem pengelolaan sampah mandiri yang berkontribusi dalam mengurangi sampah rumah tangga sebelum sampai ke TPS,” terang Asep Kuswanto.
Selain itu, peran bank sampah juga akan diperkuat sebagai bagian konsep ekonomi sirkular. Serta penerapan RDF Plant Jakarta yang berlokasi di Rorotan, Jakarta Utara, juga akan dioperasikan.
”Ini adalah salah satu solusi untuk mengurangi volume sampah yang berakhir di TPA. Dengan adanya RDF Plant Jakarta yang menjadi terbesar di dunia, kita bisa mengurangi kiriman sampah ke Bantargebang,” tandas Asep Kuswanto.
Program percontohan juga akan diterapkan di sektor hotel, restoran, dan kafe (Horeka). Dengan skema business-to-business, pengelolaan sampah di sektor ini akan menjadi rujukan bagi daerah lain di Indonesia. Program ini menekankan kewajiban pemilahan sampah dan retribusi bagi pelaku usaha agar pengelolaan limbah lebih terkontrol.
”DLH DKI Jakarta juga mengembangkan program Pengelolaan Sampah Organik Terintegrasi dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jakarta Utara. Program ini akan menghubungkan pengolahan sampah organik dengan pemanfaatan hasilnya untuk kebutuhan pangan, seperti budidaya maggot yang hasilnya dapat dijadikan pakan ternak dan ikan,” terang Asep Kuswanto.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
