Jenazah keluarga di Ciputat yang tewas bunuh diri dievakuasi. (Polsek Ciputat Timur)
JawaPos.com - Pertengahan bulan lalu (15/12) warga Kelurahan Cirendeu, Kecamatan Ciputat Timur, Tangerang Selatan geger oleh penemuan tiga jenazah satu keluarga. Masing-masing terdiri atas AF (suami), YL (istri), dan AH (anak). Pada Selasa (7/1) Kapolsek Ciputat Timur Kompol Kemas Arifin mengungkap fakta di balik temuan tiga jenazah tersebut. AF membunuh YL dan AH kemudian yang bersangkutan gantung diri.
Kompol Kemas menyampaikan hal itu setelah pihaknya melakukan olah TKP dengan prinsip scientific crime investigation dan melakukan beberapa langkah yang dibantu oleh tim dari kedokteran forensik serta digital forensik. ”Berdasarkan hasil visum yang dibuat oleh dokter terhadap jenazah YL dan AH ditemukan luka dibagian leher, disimpulkan sesuai dengan ciri-ciri pada kasus korban penjeratan pada korban YL dan AH,” terang dia.
Sementara itu, pada korban AF yang jenazahnya ditemukan dalam keadaan menggantung ditemukan ciri-ciri luka khas ganti diri. ”Jadi, di dalam ilmu forensik itu bisa dilihat jeratan atau bekas gantungan, dilihat dari lingkarannya disimpulkan bahwa untuk AF khasnya adalah korban gantung diri. Untuk YL dan AH adalah terdapat luka ciri khas penjeratan, ini dari hasil pemeriksaan visum,” terang Kompol Kemas.
Temuan tersebut ditegaskan kembali oleh Kemas. Bahwa AF sebagai suami lebih dulu membunuh YL dan AH selaku anak dan istrinya. Setelah YL dan AH meninggal dunia, AF lantas mengakhiri hidup dengan cara gantung diri. ”Kami sampaikan bahwa terhadap YL dan AH diduga dijerat terlebih dahulu oleh korban AF. Baru korban AF melakukan gantung diri,” jelasnya. Dari hasil pendalaman yang dilakukan, polisi mendapati bahwa AF frustasi karena berurusan dengan pinjaman online.
Informasi tersebut diperoleh setelah polisi melakukan pendalaman pada tiga telepon genggam yang ditemukan di lokasi kejadian. Kemas menyatakan bahwa dari telepon genggam milik AF ditemukan beberapa bukti akses ke aplikasi pinjaman online dan beberapa situ judi online. ”Korban juga pernah mengirimkan email ke Bank Indonesia, dengan isi korban bercerita dalam email-nya sedang mengalami kesulitan membayar pinjaman pinjaman yang ada,” jelasnya.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
