JawaPos.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Sumber Daya Air (SDA) terus melakukan sejumlah pembangunan fasilitas guna menanggulangi banjir di Jakarta. Sekretaris Dinas SDA DKI Jakarta Hendri menuturkan, pembangunan sejumlah infrastruktur dilakukan untuk menangani potensi banjir akibat curah hujan tinggi dan rob di wilayah pesisir.
Pada 2024, terdapat pembangunan 5 polder/pompa baru dan revitalisasi 2 pompa stasioner. Selain itu, Dinas SDA juga menyelesaikan pembangunan 6 waduk/embung lanjutan serta memulai pembangunan 2 waduk/embung baru.
Lima polder/pompa yang dibangun meliputi:
- Polder/Pompa Sunter C
- Polder/Pompa Gaya Motor
- Polder/Pompa Kali Sepatan (KBN)
- Polder/Pompa IKPN
- Polder/Pompa RW 13 (Greenville)
Dua pompa stasioner yang direvitalisasi :
- Pompa Stasioner Jl. Tanjung Duren Raya-Jl. Letjen S. Parman, Jakarta Barat
- Pompa Stasioner Taman BMW, Jakarta Utara.
Selain itu, juga terdapat pembangunan waduk/embung yang dilanjutkan di enam lokasi. Yakni, Waduk Marunda, Waduk Dukuh 2, Waduk Munjul, Waduk Cilangkap, Revitalisasi Embung Kaja, dan Penyelesaian Embung Pekayon.
"Sementara waduk/embung yang baru dibangun tahun ini yaitu Embung SDN 01 Petukangan Selatan dan Embung Jl. Pemuda Srengseng Sawah," ujar Hendri kepada JawaPos.com, Kamis (21/11/2024).
Hendri pun menjelaskan, berdasarkan data yang telah dihimpunnya pada periode 2020-2023, menunjukkan terjadi tren penurunan genangan berulang di DKI Jakarta setiap tahunnya. Di mana pada 2020, tercatat ada 925 RW yang terdampak banjir di Jakarta. Namun, pada 2021, jumlah RW yang terdampak banjir menurun drastis.
"Pada tahun 2020, tercatat ada 925 RW terdampak banjir. Kemudian pada tahun 2021, jumlah RW terdampak menyusut menjadi 362," jelas Hendri.
Pada 2022, angka penurunan RW yang terdampak banjir kembali turun meski tidak sesignifikan pada tahun sebelumnya yakni menjadi 357 RW terdampak. Barulah tahun 2023, jumlah RW terdampak genangan kembali menurun tajam di angka 248 RW.
"Adapun lebih lanjut berkaitan dengan data genangan dapat menghubungi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta," tutur Hendri.
Kemudian, pada tahun 2024 ini, jumlah genangan banjir kembali turun menjadi 72 RW. Di mana mayoritas banjir terjadi di wilayah Jakarta Selatan.
"Pada tahun 2024 ini setidaknya ada 72 wilayah yang masih terjadi genangan berulang. Mayoritas genangan berada di Kota Administrasi Jakarta Selatan," terangnya.