Pengunjung memilih seragam sekolah di Toko Seragam Pasar Jatinegara, Jumat (28/6/2024). (DERY RIDWANSAH/JAWAPOS.COM)
JawaPos.com - Pemprov DKI Jakarta akan mulai menjalankan program sekolah swasta gratis pada Juli 2025 mendatang. Plt Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Purwosusilo menuturkan, program tersebut sudah dianggarkan dalam rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD tahun anggaran 2025.
"Sekolah gratis itu sudah menjadi fokus baik Pemprov, Dinas Pendidikan, maupun DPRD," ujar Purwosusilo, Selasa (5/11/2024).
Ia menjelaskan, kebijakan ini berlaku bagi SD, SMP dan SMA/SMK swasta yang masuk ke dalam kriteria. Program tersebut ditujukan untuk memberikan kesetaraan dalam pendidikan terutama bagi masyarakat kurang mampu.
"Untuk memastikan masyarakat yang usia sekolah, pendidikan dasar menengah itu dapat layanan pendidikan secara tuntas dan berkualitas. Tidak ada yang terkendala karena biaya," terang Purwosusilo.
Dengan konsep sekolah swasta gratis, lanjut Purwosusilo, seluruh biaya pendidikan siswa akan ditanggung sepenuhnya oleh Pemprov DKI.
Bukan hanya gratis Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP), uang pangkal dan uang masuk saat pendaftaran, melainkan juga kebutuhan peralatan peserta didik. Berbagai peralatan yang dimaksud ialah biaya untuk pembelian seragam, sepatu, tas, dan alat tulis yang diberikan saat awal masuk.
"Sekolah tidak boleh memungut biaya apa pun dari siswa. Biaya personalnya kan untuk beli baju, seragam, sepatu, tas, alat tulis, nah kita akan berikan tentunya bagi peserta didik yang dari keluarga tidak mampu," jelas Purwosuliso.
Sebelumnya diberitakan, DPRD bersama Pemprov DKI Jakarta menyepakati besaran nilai rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD tahun anggaran 2025 sebesar Rp91,1 triliun.
Eksekutif dan legislatif pun telah menandatangai nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) pada Jumat (1/11/2024).
Dalam rancangan KUA-PPAS tahun 2025, beberapa program prioritas telah disepakati. Termasuk pada sektor pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur yang merupakan pilar utama dalam pengembangan kota.
“Kami telah menetapkan prioritas yang jelas, termasuk dalam sektor pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur, yang menjadi dasar bagi pengembangan daerah,” ujar Khoirudin di gedung DPRD DKI Jakarta, Jumat (1/11/2024).
Tak hanya itu, MoU ini juga membuka jalan bagi program besar sekolah gratis yang akan mencakup SD, SMP, dan SMA negeri hingga swasta pada Juli 2025. “Sudah disepakati ke depan, sekolah gratis untuk di sekolah negeri swasta,” lanjut Khoirudin. (*)

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
