Tampilan depan Rumah Lengkong. (Kaskus/bayusumardi)
JawaPos.com – Meskipun Kota Tangerang Selatan (Tangsel) memiliki kepadatan 8.453 jiwa/km² (data per 2017), nyatanya masih ada tempat-tempat peninggalan zaman dahulu yang menyimpan cerita bersejarah.
Tempat-tempat ini merupakan bukti kejayaan masa lalu di Tangsel. Dengan mempelajari dan mengunjunginya, bisa menambahkan rasa bangga warga Tangsel terhadap daerahnya. Yuk simak!
Taman Makam Pahlawan Seribu
Seperti namanya, situs ini merupakan tempat makam para pahlawan yang mempertahankan kemerdekaan Indonesia saat tentara NICA (Nederlands Indies Civil Administration) masih menduduki Serpong. Tempat ini sekarang lebih dikenal dengan sebutan Seribu Serpong. Meski terdapat kata seribu, nyatanya hanya ada 238 maham pahlawan dan 2 makam lain, sehingga total 240 makam.
Rumah Lengkong
Rumah Lengkong dulunya adalah markas persinggahan dan persenjataan milik pasukan Jepang di bawah pimpinan Kapten Abe. Tempat ini berlokasi di Jalan Bukit Golf Utara, Lengkong Wetan, Serpong, Tangsel. Tidak terlalu jauh dari tempat ini, ada Monumen Mayor Daan Mogot yang juga berkaitan dengan sejarah Rumah Lengkong.
Baca Juga: 5 Manfaat Minum Air Kelapa Untuk Kesehatan, Mencegah Sembelit hingga Membantu Hidrasi Tubuh
Monumen Mayor Daan Mogot
Monumen ini berdekatan dengan Rumah Lengkong. Dahulu, Mayor Daan Mogot dan pasukannya mengusulkan kepada Kapten Abe untuk melakukan penyerahan senjata dengan cara diplomasi. Namun, hal itu malah berakhir pertempuran besar.
Di monumen ini tertulis: “Pada hari Jumat petang tanggal 27 Januari 1946, telah terjadi peristiwa berdarah di Lengkong/Serpong dimana pasukan dari akademi militer Tangerang yang dipimpin oleh Mayor Daan Mogot yang tengah merundingkan penyerahan senjata dari pasukan Jepang di Lengkong kepada TRI. Secara tiba-tiba sekali telah dihujani tembakan dan diserbu oleh pasukan Jepang sehingga mengakibatkan gugurnya 34 taruna akademi militer Tangerang dan 3 perwira TRI diantaranya Mayor Daan Mogot sendiri”.
Tugu Perjuangan Rakyat Serpong
Tugu ini merupakan tanda adanya perlawanan Masyarakat Tangsel terhadap Belanda. Perlawananan saat itu terjadi saat bangsa Kincir Angin masih menguasai daerah Serpong setelah kemerdekaan Indonesia. Sebagai penghormatan atas kejadian tersebut, masyarakat membangun tugu peringatan dan di sana tertulis: “Tugu Peringatan Proklamasi 17 Agustus 1945. Didirikan: Pada Hari Selasa Djam 6 Petang Tanggal 27 Desember 1949 (5 Maulud 1936). Rakjat Serpong”.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
