Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 27 September 2024 | 19.18 WIB

5 Tempat Bersejarah di Tangerang Selatan, Bisa untuk Wisata Edukatif

Tampilan depan Rumah Lengkong. (Kaskus/bayusumardi)

JawaPos.com – Meskipun Kota Tangerang Selatan (Tangsel) memiliki kepadatan 8.453 jiwa/km² (data per 2017), nyatanya masih ada tempat-tempat peninggalan zaman dahulu yang menyimpan cerita bersejarah.

Tempat-tempat ini merupakan bukti kejayaan masa lalu di Tangsel. Dengan mempelajari dan mengunjunginya, bisa menambahkan rasa bangga warga Tangsel terhadap daerahnya. Yuk simak!

Taman Makam Pahlawan Seribu

Seperti namanya, situs ini merupakan tempat makam para pahlawan yang mempertahankan kemerdekaan Indonesia saat tentara NICA (Nederlands Indies Civil Administration) masih menduduki Serpong. Tempat ini sekarang lebih dikenal dengan sebutan Seribu Serpong. Meski terdapat kata seribu, nyatanya hanya ada 238 maham pahlawan dan 2 makam lain, sehingga total 240 makam.

Rumah Lengkong

Rumah Lengkong dulunya adalah markas persinggahan dan persenjataan milik pasukan Jepang di bawah pimpinan Kapten Abe. Tempat ini berlokasi di Jalan Bukit Golf Utara, Lengkong Wetan, Serpong, Tangsel. Tidak terlalu jauh dari tempat ini, ada Monumen Mayor Daan Mogot yang juga berkaitan dengan sejarah Rumah Lengkong.

Monumen Mayor Daan Mogot

Monumen ini berdekatan dengan Rumah Lengkong. Dahulu, Mayor Daan Mogot dan pasukannya mengusulkan kepada Kapten Abe untuk melakukan penyerahan senjata dengan cara diplomasi. Namun, hal itu malah berakhir pertempuran besar.

Di monumen ini tertulis: “Pada hari Jumat petang tanggal 27 Januari 1946, telah terjadi peristiwa berdarah di Lengkong/Serpong dimana pasukan dari akademi militer Tangerang yang dipimpin oleh Mayor Daan Mogot yang tengah merundingkan penyerahan senjata dari pasukan Jepang di Lengkong kepada TRI. Secara tiba-tiba sekali telah dihujani tembakan dan diserbu oleh pasukan Jepang sehingga mengakibatkan gugurnya 34 taruna akademi militer Tangerang dan 3 perwira TRI diantaranya Mayor Daan Mogot sendiri”.

Tugu Perjuangan Rakyat Serpong

Tugu ini merupakan tanda adanya perlawanan Masyarakat Tangsel terhadap Belanda. Perlawananan saat itu terjadi saat bangsa Kincir Angin masih menguasai daerah Serpong setelah kemerdekaan Indonesia. Sebagai penghormatan atas kejadian tersebut, masyarakat membangun tugu peringatan dan di sana tertulis: “Tugu Peringatan Proklamasi 17 Agustus 1945. Didirikan: Pada Hari Selasa Djam 6 Petang Tanggal 27 Desember 1949 (5 Maulud 1936). Rakjat Serpong”.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore