Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 1 Juli 2024 | 02.30 WIB

Elsa Novia Sena, Anak Muda yang Getol Mengenalkan Budaya dan Sejarah Tionghoa Benteng

Elsa Novia Sena, bikin tur jalan kaki dan konten sejarah budaya di medsos tentang sejarah Tionghoa Benteng. (Istimewa) - Image

Elsa Novia Sena, bikin tur jalan kaki dan konten sejarah budaya di medsos tentang sejarah Tionghoa Benteng. (Istimewa)

Bikin Tur Jalan Kaki, Juga Ngonten Sejarah dan Budaya di Medsos

JawaPos.com–Melalui kanal media sosial, Elsa Novia Sena mengenalkan sejarah dan budaya Cina (Tionghoa) Benteng, Kota Tangerang. Elsa juga aktif membuka tur keliling berbagai lokasi bersejarah di Kota Tangerang setiap pekan. 

Waktu baru menunjukkan pukul 08.30 akhir pekan lalu. Namun, sekitar 20 orang sudah berkumpul dalam satu kelompok di Stasiun Tangerang. Mereka adalah para peserta Benteng Walking Tour yang dipimpin Elsa. 

Berawal dari stasiun, dia mengajak mereka menyusuri kawasan Pasar Lama. Dilanjutkan ke Masjid Jami’ Kalipasir.

’’Masjid Kali Pasir adalah masjid tertua di Kota Tangerang peninggalan Kerajaan Padjadjaran,’’ ujar Elsa. 

Selepas mengunjungi masjid, Elsa membawa rombongan berjalan menuju Toapekong Air tepat di samping Sungai Cisadane. Dengan headset dan mikrofon terpasang di kepala, di situlah dia menjelaskan berbagai sejarah Kota Tangerang

’’Kenapa disebut Tangerang, karena dulu ada tenger penanda batas wilayah antara Kesultanan Banten dengan Belanda. Nah, di sini, di pinggir Cisadane, ada benteng VOC,’’ jelas Elsa, dara yang Agustus mendatang bakal merayakan ulang tahun ke-26 itu. 

Dia menjelaskan, dulu cukup banyak warga etnis Tionghoa yang tinggal di bantaran Sungai Cisadane. Mereka dijuluki Cina Benteng karena di bantaran Sungai Cisadane tempat bermukim mereka terdapat benteng VOC. 

Meski masih tergolong belia, Elsa tidak canggung menjelaskan berbagai sejarah Kota Tangerang kepada peserta tur yang umumnya berumur jauh lebih tua darinya. Pengetahuannya soal sejarah kota kelahirannya itu cukup mumpuni.

Pemilik 103,9 ribu pengikut di TikTok itu menuturkan, peringatan setahun berpulangnya neneknya pada Agustus 2022 silam menjadi awal mula dirinya membuat konten sejarah di dunia maya. 

Dia membuat video tentang jalannya prosesi peringatan setahun berpulangnya sang nenek. ’’Dan video itu ngeboom gitu, ditonton 1,5 juta orang,’’ terang Elsa. 

November 2022, Elsa mulai konsisten membuat konten mengenai budaya Tionghoa maupun sejarah Kota Tangerang. Respons penonton juga sangat baik. 

Salah satu konten yang viral adalah tentang makam Kapitan Oey Kiat Tjin yang kondisinya sangat memprihatinkan. Saat itu dia menceritakan banyak kerusakan dan vandalisme di makam Kapitan terakhir di Kota Tangerang itu. 

Video tersebut mendapatkan perhatian dari Pemkot Tangerang hingga keturunan Kapitan Oey Kiat Tjin. ’’Ada cicit Kapitan Oey Kiat Tjin yang menghubungi dan aku pertemukan dengan pemerintah setempat. Infonya video itu sampai ke Pak Wali Kota dan disbudpar. Dan, katanya, sudah diajukan menjadi cagar budaya,’’ tutur Elsa. 

Ragam informasi mengenai Kota Tangerang dan Cina Benteng diperoleh Elsa dengan membaca berbagai buku, jurnal, dan pemberitaan media massa. Seluruhnya dikombinasikan menjadi sebuah informasi yang utuh.

’’Sebab, memang biasanya satu tempat, terdapat beberapa versi cerita. Jadi, kami jelaskan semuanya,’’ kata Elsa. 

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore