Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 15 Juni 2024 | 21.22 WIB

Abah Dindin, Bukan Sekadar Pengasuh Rumah Singgah

Ilustrasi bank sampah. (Istimewa) - Image

Ilustrasi bank sampah. (Istimewa)

JawaPos.com - Namanya Dindin Komarudin. Biasa disapa Abah Dindin. Kini Abah Dindin dikenal sebagai pengasuh rumah singgah Yayasan Kumala. Dia mengasuh orang telantar, anak jalanan, dan orang-orang yang kurang beruntung lainnya.

Ya, pengasuh rumah singgah. Pria kelahiran Bandung kini banyak menghabiskan waktunya bersama anak binaannya dengan memilah beragam jenis sampah. Semua sampah itu dikumpulkan di Tanjung Priok, Jakata Utara. Sampah-sampah itu diolah, didaur ulang. Ada juga mengelola bank sampah. Untuk sampah yang didaur ulang menjadi barang olahan baru yang memiliki nilai ekonomis lagi.

Pengolahan itu dilakukan bersama anak asuh yang kini dibina untuk mendapatkan pendidikan non-formal. Pendidikan itu sepertipendidikan moral, kepemimpinan, serta ilmu pengetahuan umum, termasuk pelatihan pengelolaan sampah. "Saya dengan rumah singgah ini sudah sejak 2004," ungkap Abah Dindin kepada wartawan, Jumat (14/6).

Dia bercerita, mengasuh atau membina anak jalanan ini bermula saat dia mencari pekerjaan di Jakarta pada 2000. Di tengah rutinitas mencari-cari pekerjaan, Abah Dindin sempat mampir ke rumah singgah di Pondok Kopi (Jakarta Timur) dan Pademangan (Jakarta Utara).

"Saat menapakkan kaki di rumah singgah itu, saya terkesima tatkala menyaksikan anak-anak jalanan yang rela membagikan makanan kepada saya. Memang kala itu saya sedang kehabisan uang," kenangnya.

Nenurut Dindin, anak-anak di rumah singgah itu memiliki empati yang tinggi, meskipun hidupnya pas-pasan. Hal inilah yang membuat Abah Dindin terinspirasi untuk mendidik anak jalanan di rumah singgah itu.

Sejak 2004 itu, kini di rumah singgah Yayasan Kumala terdapat 97 anak binaan. Mereka kini memberikan pelatihan kepada 13 ribu orang yang berasal dari instansi pemerintah, komunitas, maupun perusahaan swasta. Pelatihan itu terkait pengeolahan sampah, terutama sampah kertas yang didaur ulang.

Usaha puluhan tahun yang dilakukan Abah Dindin dalam mendidik anak jalanan itu berbuah manis. Banyak pihak menjalin kerja sama dengan dia. Yaitu dari berbagai instansi pemerintahan, BUMN, serta perusahaan swasta untuk mengembangkan program sustainability.

Salah satu pihak swasta yang berkolaborasi dengan Abah Dindin yakni PT ABM Investama Tbk (ABMM) dengan anak usahanya. ABM grup mengajak Yayasan Kumala sebagai salah satu mitra Corporate Social Responsibility (CSR) untuk memberikan program-program berkelanjutan yang sesuai dengan visi misi perusahaan.

Beberapa program yang telah dilakukan ABM Grup bersama Yayasan Kumala, yakni pembinaan terhadap anak-anak jalanan, pengumpulan kertas berkas yang digunakan oleh perusahaan untuk didaur ulang Yayasan Kumala, seperti buku agenda, paper bag, dan lainnya yang dapat dijual kembali.

Tak berhenti sampai situ saja, Yayasan Kumala dengan PT Cipta Krida Bahari (CKB Logistics), salah satu anak usaha ABM, melakukan daur ulang kembali palet kayu sisa dari produksi. Hal ini bertujuan agar dapat dimanfaatkan oleh anak binaan Yayasan Kumala menjadi sebuah produk yang bernilai.

Ke depan, ABM Grup dan Yayasan Kumala akan terus bekerja sama dengan program-program berkelanjutan lainnya yang akan memberikan dampak positif untuk masyarakat luas.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore