Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 21 Juni 2023 | 17.59 WIB

Pengamat Sebut Fenomena Kampung di Kolong Tol Sudah Biasa, Dibiarkan Pemerintah Setempat

Suasana lorong gelap tempat tinggal warga di kolong tol Angke dalam kota di Jalan Jelambar Baru, Grogol Petamburan, Jakarta Barat

JawaPos.com - Pengamat Tata Kota Universitas Trisakti Nirwono Joga, mengatakan bahwa fenomena kampung di kolong tol bukan hal yang baru. Sejak lama, menjamurnya permukiman ilegal banyak berdiri lantaran dibiarkan oleh pemerintah setempat. 

"Bisa ditelusuri sebagian besar kolong jalan layang di bagian utara Jakarta banyak bermunculan hunian liar yang dibiarkan oleh pemkota/pemda DKI Jakarta. Karena pihak kelurahan mereka sudah tahu lama," ujarnya saat dihubungi JawaPos.com, Rabu (21/6).
 
Diketahui belakangan ini viral di media sosial adanya kampung di kolong tol Angke dalam kota, Jelambar Baru, Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Kampung itu memiliki hunian yang berderet-deret hingga sekolah dan musala. 
 
Terkait masalah ini, Nirwono mengatakan butuh ketegasan dari pemerintah level tertinggi hingga terbawah di ibu kota untuk melakukan penertiban secara bertahap dan manusiawi.
 
"Perlu ketegasan dari atas mulai Pj Gubernur DKI Jakarta, Wali Kota, kecamatan, hingga kelurahan untuk berani menertibkan permukiman liar tersebut secara bertahap, bijak, dan manusiawi," jelasnya.
 
Ia menjelaskan bahwa para penghuni kampung kolong tol itu dapat dipindahkan ke tempat yang lebih layak berupa rusun maupun diberi uang kerohiman.
 
"Mereka diberi pilihan jika ber-KTP DKI Jakarta tentu dapat dipindahkan ke rusun terdekat, jika tidak ber-KTP DKI mereka diberi uang kerohiman bekal pulang kampung," tandas Nirwono.
 
Sebelumnya, viral di media sosial perkampungan di kolong tol Angke. Lorong gelap di kolong tol Angke dalam kota di Jalan Jelambar Baru, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, dari luar tampak tak ada kehidupan di dalamnya. Tak ada yang menyangka kalau ternyata saat melewati lorong itu, di sela-sela jalan yang dilalui kendaraan roda empat atau lebih itu ada deretan hunian, musala, hingga sekolah.
 
Untuk memasuki perkampungan itu, JawaPos.com mesti menundukkan badan hingga saat seperti rukuk. Di sepanjang lorong itu terlihat anak anjing hingga kucing berlalu lalang. Sementara di samping-sampingnya ada hunian yang dibangun lebih tinggi. 
 
Hunian itu bahkan ada yang menjadi warung. Sekitar sepanjang 50 meter sejak masuk lorong, badan baru bisa ditegakkan karena sudah di atasnya sudah dicelah dua jalan tol.
 
 
Udara pengap cukup terasa. Berbagai macam bau pakaian juga tercium. Di sepanjang celah itu juga hunian berderet di samping-sampingnya. Hampir seluruh penghuni perkampungan itu mesti menundukkan kepala untuk memasuki huniannya. Cukup untuk membuat pegal pinggang hingga kepala.
 
Namun begitu, perkampungan itu memang cukup hidup. Orang-orang keluar-masuk, anak-anak berlarian. Ibu-ibu bercengkrama di pelataran huniannya. Beberapa bahkan terlihat memasak suguhan makanan.
Editor: Kuswandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore