
Commuter Line melintas di bawah jembatan penyeberangan orang (JPO) atau
JawaPos.com - DPRD DKI Jakarta meminta Dinas Bina Marga DKI Jakarta untuk mengkaji ulang soal rencana membangun Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di dekat Skywalk Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Pasalnya, pembangunan JPO itu dianggap tak efisien.
“Saya minta dikaji ulang efisiensinya, kalau Skywalk Kebayoran Lama bisa jadi sarana penyeberangan juga kenapa harus dibuat JPO lagi di dekat sana?" ujar Anggota DPRD DKI Jakarta Anggara Wicitra Sastroamidjojo, Sabtu (11/2).
Apalagi jika yang melatarbelakangi pembangunan JPO itu, kata Anggara, adalah karena Skywalk Kebayoran Lama berbayar. Menurutnya, hal itu hanya masalah teknis dan dapat dipisahkan. "Intinya jangan melakukan pembangunan yang tidak efisien,” ucapnya.
Alih-alih membangun JPO di tempat yang sama, ia meminta Bina Marga untuk cepat-cepat merevitalisasi akses pejalan kaki di Ibu Kota, salah satunya adalah trotoar.
“Pastikan pejalan kaki bisa melakukan mobilitas dengan nyaman dibanding membangun JPO yang tumpang tindih. Percuma banyak JPO tapi berjalan kaki di trotoar masih tidak nyaman,” kata Ketua Fraksi PSI DPRD DKI itu.
Sebelumnya, Dinas Bina Marga DKI Jakarta berencana membangun Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) di dekat Skywalk Kebayoran Lama. Tepatnya, JPO itu akan dibangun di samping Halte Transjakarta Pasar Kebayoran Koridor 8 ke Perkampungan warga dekat Stasiun KRL Kebayoran.
"Saya bangun dari sebelah kanannya koridor 8 yang ke arah perkampungan ke KCI itu," ujar Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Hari Nugroho kepada wartawan, Selasa (7/2).
Alasan pembangunan JPO itu sendiri, Hari mengungkapkan bahwa itu untuk menampung aspirasi warga yang memang banyak meminta untuk dibangunkan JPO untuk menyebrang ke perkampungan dekat KCI tersebut. "JPO itu kenapa saya bangun dekat skywalk, karena memang permintaan dari warga yang koridor 8 ke KCI itu banyak," jelasnya.
Adapun untuk pembangunan JPO itu sendiri, ia mengatakan akan dimulai tahun ini dan diproyeksikan rampung pada November mendatang. "Ini lagi proses perencanaan, nanti pelaksanan langsung purchasing, pelaksanan," urainya.

Prediksi Skor Afrika Selatan vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Penentu Les Rouges Lolos 16 Besar
Prediksi Skor Brasil vs Jepang di Piala Dunia 2026: Kans Selecao Lolos 16 Besar Lewat Adu Penalti
Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris PT Krakatau Posco, Netizen: Muak Sekali
Prediksi Skor Jerman vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Der Panzer Bisa Amankan Tiket 16 Besar dalam 90 Menit
Prediksi Skor Belanda vs Maroko di Piala Dunia 2026: Oranje Dijagokan Menang Tipis Kontra Singa Atlas
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Sejarah! Indonesia Juara AVC Men's Cup 2026 Hancurkan Korea Selatan 3-0
Pakai Tas Mewah, Tiga Pengasuh Anak-anak Raffi Ahmad-Nagita Slavina Sedang Asik Liburan Jadi Sorotan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Jepang di 32 Besar Piala Dunia 2026: Marquinhos Akui Samurai Biru Sedang Percaya Diri
Start P7 di Sirkuit Assen! Veda Ega Pratama Bongkar Penyebab Crash di Practice Moto3 Belanda 2026
