
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta Andhika Permata. (Royyan/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta Andhika Permata menampik bahwa pihaknya kecolongan atas kacaunya event musik Berdendang Bergoyang di Istora Senayan, Jakarta Pusat. Ia mengatakan, semua prosedur perizinan sudah dilalui dengan benar sesuai peraturan yang berlaku. Hanya saja, ketika pelaksanaan terdapat kelalaian dari penyelenggara acara.
"Ini murni jadi yang dilakukan penyelenggara tidak sesuai dengan apa yang kita persyaratkan, sehingga kami tegur gitu," ujarnya kepada wartawan, dikutip Rabu (2/11).
"Kalau prosedur, sudah (sesuai). Jadi mereka sudah mengajukan proposal, kita juga sudah exercise. Namun, memang di lapangan terjadi hal-hal seperti itu dan kita langsung tegur yang bersangkutan," imbuhnya.
Andhika juga mengaku pihaknya mengeluarkan izin untuk kegiatan tersebut karena DKI Jakarta saat ini memang sudah memasuki PPKM level 1, yang mana event-event seperti musik sudah diperbolehkan.
"Kemudian juga kan terkait dengan pemulihan ekonomi. Tentunya geliat untuk seni pertunjukan memang sudah boleh beraktivitas," ucapnya.
Saat terjadi pembeludakan pengunjung di event Berdendang Bergoyang, Andhika mengaju langsung berkoordinasi dengan Satpol PP dan pihak kepolisian untuk menegur penyelenggaraan konser musik tersebut.
"Jelas di hari ketiga kan mereka tidak operate kan. Seperti itu. Dan tentunya kita mitigasi kepada event-event yang akan dilaksanakan. Jadi kita mitigasi dengan beberapa otoritas yang memang terkait dengan perizinan," pungkasnya.
Sebelumnya, DPRD DKI Jakarta menilai Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI kecolongan terkait membludaknya orang yang datang ke event musik Berdendang Bergoyang di Istora Senayan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Sabtu (29/10) lalu.
"Iya bisa dianggap kecolongan lah ya," ujar Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik Zulkifli kepada wartawan, Senin (1/11).
Oleh karena itu, ia mendukung penghentian konser musik tersebut di hari ketiga oleh pihak kepolisian. Belum lagi jika berkaca pada tragedi di Itaewon, Korea Selatan, yang juga menimbulkan banyak korban akibat berdesak-desakan. "Kalau saya secara pribadi mendukung (penghentian event Berdendang Bergoyang)," imbuhnya.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
