Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 13 Oktober 2022 | 04.00 WIB

Halte TransJakarta Bundaran HI Terasa Bergetar, Apa masih Aman?

Sejumlah warga menikmati suasana sore hari di anjungan Halte Transjakarta Bundaran HI saat uji coba anjungan itu di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Senin (10/10/2022). Anjungan yang berada di lantai dua Halte Transjakarta Bundaran HI ini dapat - Image

Sejumlah warga menikmati suasana sore hari di anjungan Halte Transjakarta Bundaran HI saat uji coba anjungan itu di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Senin (10/10/2022). Anjungan yang berada di lantai dua Halte Transjakarta Bundaran HI ini dapat

JawaPos.com-BUMD PT TransJakarta menjamin keamanan dari halte Bundaran Hotel Indonesia (HI) yang saat ini tengah direvitalisasi meski struktur bangunan yang masih dalam pengerjaan ini terasa bergetar, terutama pada lantai dua.

"Walaupun kondisi halte tersebut memang belum selesai 100 persen. Tapi kami menjamin dari aspek keselamatan 100 persen, tidak ada toleransi tetap kami jamin," kata Direktur Operasional PT TransJakarta M Indrayana dalam rekaman suara yang didengarkan di Jakarta, Rabu (12/10).

Mengenai getaran yang terasa di halte Bundaran Hotel Indonesia itu, Indrayana menjelaskan, bahwa hal tersebut disebabkan dua hal. Pertama adalah karena bangunan halte tersebut berada di atas jalur Mass Rapid Transit (MRT) sehingga tidak mungkin membuat pondasi yang dalam. ’’Ada istilahnya pondasi dangkal yang sifatnya floating (terapung)," kata Indrayana.

Kemudian yang kedua, lanjut dia, bangunan halte tersebut menggunakan konstruksi baja yang tidak kaku seperti beton yang memiliki kelenturan tertentu yang berdampak ketika seseorang berdiri, kadang-kadang akan terasa ada goyangan yang disebutnya masih dalam batas toleransi.

"Jadi nanti kalau ada MRT lewat (di bawah tanah) atau kendaraan dalam kecepatan tinggi ataupun kendaraan berat lewat, ataupun ketika kendaraan kita yang articulated (bersambung) lewat, mungkin kita akan merasakan getaran-getaran, tapi itu enggak ada masalah dan masih dalam batas toleransi," urainya.

Kendati demikian, Indrayana menyebut bahwa di lantai dua Halte Bundaran Hotel Indonesia (HI) pihak TransJakarta akan melakukan pembatasan, terutama di bagian dek atas (sky deck) yang memiliki pemandangan langsung menghadap Tugu Selamat Datang, dengan pembatasan maksimal 20 orang dalam satu waktu.

"Sebenarnya secara kekuatan tentunya lebih, tapi ini kan buat safety factor dan kami lihat dengan 20 orang di sana itu, buat kondisi nyaman orang di sana untuk foto-foto, nanti kalau lebih dari itu enggak nyaman," ucapnya.

Dia menambahkan bahwa halte TransJakarta Bundaran Hotel Indonesia akan dilengkapi dengan diorama mengenai cagar budaya terkait sejarah Bundaran HI dan Patung Selamat Datang. Diketahui halte Bundaran HI ini diproyeksikan akan menjadi halte ikonik bersama halte integrasi Cikoko St Cawang, halte Sarinah (Thamrin), halte Dukuh Atas 1, dan halte Tosari sebagai kembaran Halte Bundaran HI dengan struktur yang sama.

Kesemuanya, termasuk dalam 46 halte Transjakarta yang dilakukan revitalisasi pada 2022 ini. Nilai investasi untuk revitalisasi 46 halte TransJakarta ini adalah sekitar Rp 600 miliar. (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore