
halte transjakarta bundaran HI
JawaPos.com - Anggota DPRD DKI Jakarta Manuara Siahaan menyatakan bahwa pihaknya akan memanggil PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) terkait dengan adanya polemik revitalisasi Halte Bus Bundaran HI. Seperti yang diketahui bahwa halte tersebut diprotes karena menghalangi visulal ke arah Patung Selamat Datang.
Menanggapi polemik itu, Manuara mengatakan bahwa pihaknya akan memanggil PT Transjakarta untuk meminta penjelasan terkait revitalisasi halte tersebut.
"Pasti kita tanya, cuma ini kan ada kegiatan lain di dewan, nanti kita akan diagendakan. Secara keseluruhan di 4 koridor itu ada akan kita evaluasi, ketika perencanaan itu mengganggu aset cagar budaya dan mengangggu kepada ketidaksesuasin tata ruang akan kita evaluasi," ujarnya kepada wartawan, Sabtu (1/10).
Anggota Komisi B DPRD itu mengatakan bahwa setelah rencana revitalisasi halte tersebut diimplementasikan, memang terlihat ketinggian daei bangunan halte menganggu pandangan ke arah Patung Selamat Datang.
"Memang harus direvisi. Bisa saja ada kekeliruan proses yang harus dilakukan, dan saya lihat Transjakarta melakukan revisi sedikit kekeliruan dalam proses desain," tegasnya.
"Kan ada namanya ambang batas bangunan jadi sepanjang itu masih dalam kriteria keamanan bangunan itu tidak ada masalah," lanjutnya.
Hingga sejauh ini, Manuara menilai ada kekeliruan dari sisi konsultan proses revitalisasi tersebut sehingga tidak melalui proses yang benar dalam revitalisasinya. Hal itu yang kemudian menyebabkan bangunan tersebut melebihi ambang batas dan akhirnya menutupi pandangan ke arah Patung Selamat Datang.
"Kami simpulkan dengan pelanggaran ketinggian penggunaan terhadap Patung Selamat Datang itu peran konstruktifnya kurang, apakah tidak dimpelemntasikan oleh konsultan perencananya atau diabaikan bisa saja terjadi," pungkasnya.
Sebelumnya, Sejarawan JJ Rizal meminta Gubernur DKI Jakarta dan PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) untuk menghentikan proyek revitalisasi Halte Tosari-Bundaran HI. Menurutnya, revitalisasi halte tersebut membuat pandangan warga yang melintas di kawasan tersebut jadi terhalang ke arah Patung Selamat Datang.
"Mohon pak gubernur @aniesbaswedan setop pembangunan halte @PT_Transjakarta yang arogan di kawasan cagar budaya penanda sejarah perubahan kota kolonial jadi kota nasional warisan Sukarno," ucapnya dikutip dari cuitan Twitter @JJRizal, Kamis, (29/9).
JJ Rizal sudah mengizinkan JawaPos.com untuk mengutip cuitannya tersebut. Ia mengatakan, Patung Selamat Datang adalah warisan dari Presiden pertama RI Soekarno dengan Mantan Gubernur DKI Jakarta periode 1964-1965 Hendrik Hermanus Joel Ngantung atau yang akrab dikenal Henk Ngantung.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
