
Kebakaraan di kawasan Jalan Simprug Golf Dua, Jakarta, Minggu (21/8/2022). akibat dari musibah kebakaran yang terjadi, sekitar 120 kepala keluarga (KK) terdampak. Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com
JawaPos.com - Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Keselamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta menyebut bahwa hidran di DKI Jakarta yang berfungsi baik sekitar 70 persen. Hanya saja, kebanyakan tekanan air yang dihasilkannya tidak banyak yang maksimal.
"Hidran di Jakarta itu ada sekitar 1.800 unit dan yang berfungsi baik sekitar 70-80 persen," ujar Kepala Dinas Gulkarmat DKI Satriadi Gunawan , Senin (29/8).
Satriadi Gunawan menjelaskan, maksud dari hidran yang berfungsi baik adalah bukan berarti hidran tersebut tidak ada airnya, hanya saja hidran tersebut memiliki tekanan air yang kurang sehingga performanya tidak maksimal.
"Jadi semua sebenarnya berfungsi, namun tekanannya yang berbeda. Ibaratnya kalau dilihat di film kartun hidran bisa ngangkat mobil ya, tapi kalau di sini kita harus nyedot gitu lo, bukannya mengandalkan tekanan," katanya.
Ia menambahkan bahwa selama ini air hidran juga disuplai dari air perpipaan yang dikelola oleh Aetra dan PALYJA. Sayangnya, masih banyak daerah yang memang belum teraliri air perpipaan. Terlebih, saluran air untuk hidran perkotaan dan konsumsi perumahan bersatu yang menyebabkan tekanan air menjadi kecil.
"Kadang kita kesulitan di situ, contoh di daerah yang masih jual air pakai dirigen-dirigen itu kan memang daerahnya suplai airnya nggak sampai ke sana artinya. Padahal padat huniannya di daerah situ kan," paparnya.
Tekanan air yang kecil tersebut juga yang kemudian menurut Satriadi membuat petugas sempat kesulitan untuk memadamkan kebakaran di kawasan Simprug Golf, Jakarta Selatan yang menghanguskan ratusan rumah dan membuat sekitar 133 keluarga harus mengungsi, juga satu orang meninggal dunia.
"Hidran ada sebenarnya, hanya suplai air untuk mendapatkan tekanan itu ada atau tidak kan begitu. Untuk suplai air bersih saja di Jakarta kan belum bisa maksimal ada beberapa daerah-daerah yang justru padat hunian belum teraliri air perpipaan, akhirnya kita mengandalkan sumber air alam seperti got kali atau saluran," tegasnya.
Oleh karena itu, untuk mengatasi masalah tersebut, pihaknya mulai membangun hidran mandiri dengan di bawahnya ada tandon air di daerah-daerah yang memang jauh dari sumber air dan padat hunian.
"Ada beberapa titik itu kita lakukan terus-menerus," katanya. Hingga kini, Satriadi menyampaikan bahwa DKI sudah memiliki 1.800 hidran umum di Jakarta.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
