
Mahasiswi Universitas Esa Unggul, Tri Ari Yani Puspa Ningrum alias Arum semasa hidup.
JawaPos.com - Bagai hilang ditelan bumi. Kasus pembunuhan sadis mahasiswi Universitas Esa Unggul, Tri Ari Yani Puspo Arum, 22, sudah tidak terdengar lagi. Sudah genap empat pelaku pembunuhan masih berkeliaran di luar. Sementara, Kasim Efendi masih berharap pembunuh putri kesayangannya itu tertangkap.
Dikonfirmasi terkait kasus tersebut, AKBP Joko Dwi Harsono yang saat ini menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat memilih bungkam. Ia tidak merespons sambungan telepon atau pertanyaan yang dikirim lewat WhatsApp.
Padahal, saat peristiwa itu terjadi polisi terus mengumbar janji akan mengungkap kasus tersebut. Entah itu berupa penemuan barang bukti, pemeriksaan saksi serta membentuk tim khusus telah disampaikan di depan awak media pada saat itu. Lambat laut, kasus pembunuhan tersebut redup. Rotasi jabatan dari tingkat Kapolres, Kasat Reskrim dan jajaran pun terjadi.
Arum sapaan korban, ditemukan tak bernyawa sekitar pukul 07.00 WIB pada Senin (9/1/2017). Dia tergeletak bersimbah darah di dalam kamar kontrakan yang terletak di Jalan H Asmat, Ujung, Perumahan Kebon Jeruk Baru, Jakarta Barat. Mahasiswi S-1 Universitas Esa Unggul itu meninggal dengan dua lubang menganga di lehernya.
Saat peristiwa itu terjadi, Polres Metro Jakarta Barat dipimpin oleh Kombes Pol Roycke Harry Langie dengan Kasat Reskrim AKBP Andi Adnan. Seiring berjalannya waktu, pimpinan di jajaran Polres Metro Jakarta Barat pun terus berganti. Jabatan Kapolres Metro Jakarta Barat digantikan oleh Kombes Pol Hengki Haryadi dan seterusnya.
Bahkan di awal kepemimpinannya, Kombes Pol Hengki mengatakan dengan tegas di depan awak media bahwa pihaknya sudah membentuk satgas khusus untuk mengungkap kasus kematian Arum. Bahkan pihaknya telah melakukan evaluasi terkait barang bukti dan mengadakan analisis serta evaluasi penyelidikan untuk menemukan barang bukti baru.
Selain itu, penyidik juga kembali melakukan gelar perkara dan memeriksa saksi-saksi. "Kami sudah buat satuan tugas khusus yang concern terhadap pengungkapan kasus ini," kata Hengki didepan awak media, saat itu.
Mirisnya, statemen yang dikeluarkan oleh Kombes Pol Hengki Hariyadi tidak membuahkan hasil. Sebab, hingga akhir jabatannya sebagai kapolres Jakarta Barat, kasus pembunuhan mahasiswi Esa Unggul masih belum terungkap, bahkan masih lidik. Sedangkan pengganti Hengki, Kombes Pol Audie S Latuheru masih belum bisa mengungkap kasus tersebut.
Di sisi lain, Kasim Efendi orang tua korban mengaku tidak lagi menerima kabar dari pihak kepolisian terkait kasus yang menimpa putrinya. Dia masih berusaha mendatangi Polsek Kebon Jeruk untuk menanyakan perkembangan kasus tersebut.
"Saya pas lewat situ terus mampir. Biasanya saya hubungi pak Tulus. Saya kalau ke polsek selalu nemuin pak Tulus dulu, karena kalau saya tanya perkembangannya ya ke pak Tulus dulu. Saya selalu berharap, kasus ini bisa segera terungkap dengan perjuangan polisi," kata Kasim.
Hingga kini, Kasim mengaku dirinya masih berharap polisi dapat menangkap pembunuh putrinya dan di hukum sesuai perbuatannya. Meski sudah empat tahun sepeninggal putrinya, kenangan bersama almarhum semasa hidup masih teringat dibenak Kasim. Bahkan ia ingin sesekali bertemu dengan putrinya meski hanya dalam mimpi.
"Masih keingetan. Saya dan istri kepengin sekali ditemuin (almarhum Arum). Saya belum pernah dimimpiin," ucapnya.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
