Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 2 Juli 2021 | 00.27 WIB

Tabung Gas Oksigen Langka, Begini Kata Polisi

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombespol Yusri Yunus. Fianda Sjofjan Rassat/Antara - Image

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombespol Yusri Yunus. Fianda Sjofjan Rassat/Antara

JawaPos.com - Melonjaknya kasu Covid-19 di Indonesia, diikuti dengan naiknya permintaan tabung gas oksigen secara siginifikan. Tak hanya itu, di banyak rumah sakit, stok tabung gas oksigen sudah menipis.

Bahkan ramai di media sosial, banyak keluarga pasien Covid-19 yang mengunggah kesulitan mendapatkan tabung gas oksigen. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus menyatakan, tabung gas oksigen di Indonesia diimpor dari luar negeri.

Sementara di tanah air, hanya ada tiga perusahaan yang khusus mengimpor, yakni di Jawa Barat dan DKI Jakarta. “Kenapa saya bilang terkendala? Karena impor dari luar itu, kan sekitar sebulan dua bulan,” ungkap Yusri di Mapolda Metro Jaya, Rabu (30/6).

Di sisi lain, kebutuhan sangat tinggi karena angka Covid-19 melonjak. “Sehingga permintaan cukup tinggi,” jelasnya.

Kendati demikian, Yusri memastikan, polisi bersama pemerintah telah turun tangan. Hal itu dilakukan untuk melakukan pengawasan ketersediaan tabung gas oksigen. Yusri juga mengungkap, pihaknya juga sudah melakukan rapat koordinasi dengan para produsen.

Hasilnya, mereka menyanggupi memenuhi ketersediaan untuk kebutuhan para pasien Covid-19. “Mudah-mudahan tabung gas oksigen itu segera akan sampai ke Indonesia nanti sudah terisi,” harapnya seperti dikutip PojokSatu (Jawa Pos Group).

Terkait kondisi ini, pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik. Pihaknya juga mengingatkan agar masyarakat tidak menyimpan untuk kebutuhan sendiri. “Tidak usah panik, karena kalau beli sendiri, menyimpan untuk diri sendiri, itu terjadi kelangkaan di pasaran atau di hilirnya,” ingatnya.

Yusri memastikan, pemerintah telah memprioritaskan tabung gas oksigen untuk kebutuhan rumah sakit. Ia juga menyebut bahwa rumah sakit tidak kekurangan. Dikatakan Yusri, isu kelangkaan itu muncul karena banyak masyarakat yang membeli di Pasar Pramuka. “Atau toko yang biasa menjual tabung gas sehingga mereka menyatakan tabung gas ini berkurang, padahal tidak,” tandasnya.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore